Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JALUR JALUR REMPAH PADA MASA ISLAM

Hallo, Sobat Baca
D. Jalur Rempah pada Masa Islam
Pada abad XIII M, saudagar-saudagar islam telah menjadi kekuatan dominan dalam perdagangan rempah. Saudagar-saudagar islam di nusantara mendapat kekuatan baru setelah kemunculan-kemunculan kerajaan islam.

1. Kesultanan Demak
Dalam salah satu prasasti Majapahit disebutkan bahwa Demak merupakan salah satu dari 33 pangkalan dari jaringan lintas air. Demak merupakan salah satu simpul penting dalam jalur rempah karena perannya sebagai pemasok kebutuhan pokok terutama beras dan buah-buahan. Demak juga memasok beras ke pusat perdagangan rempah, yaitu Selat Malaka.

2. Kesultanan Banten
Dalam jalur rempah, Banten berperan sebagai pemasok utama lada dunia. Lada Banten dicari oleh dunia karena lebih berkualitas daripada lada India (Malabar). Hingga abad ke-19, tercatat ada 135 daerah penghasil lada untuk Banten. Banten mendapat lada dari daerah-daerah kekuasaannya di Sumatra, yaitu Lampung, Palembang, dan Bengkulu. Banten bukan penghasil lada untuk Banten. Selama era kesultanan sejak tahun (1526) perdagangan lada di Banten semakin ramai. Berbagai etnis dan bangsa berhubungan dagang dengan Banten.

3. Kesultanan Makassar
Makassar termasuk simpul penting dalam jalur rempah kendati tidak menghasilkan rempah sendiri.

- Makassar berperan sebagai bandar cengkih dan pala dari kepulauan Maluku. Dengan titik-titik jalur rempah meliputi Selayar, Buton, Kepulauan Sula, dan Makassar.
- Makassar menjadikan sebagai alat tukar utama untuk mendapatkan rempah.

Sama seperti Demak, Makassar juga menjadi pemasok barang kebutuhan pokok berupa beras dijalur rempah, yang menghubungkan maluku-papua, jawa dan Sumatra. Kitab Nagarakertagama (1365) menyebutkan hubungan dagang antara Makassar dan Jawa, terutama terkait ekspor-impor beras, sudah terjalin sejak lama.

4. Kesultanan Ternate
Jika wilayah-wilayah lain disebut sebagai bagian dari simpul jalur rempah, Ternate dan Tidore adalah titik nol jalur rempah atau perdagangan rempah dunia. Cengkih adalah tanaman asli (endemik) Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan sedangkan pala adalah endemik Pulau Banda. Karena cengkih dan pala, kepulauan ini menjadi titik pusat perhatian dunia selama sekitar dua millennium. Cengkih menjadi rempah paling dicari yang nilainya sama dengan emas.

Semoga Bermanfaat :)

Post a Comment for "JALUR JALUR REMPAH PADA MASA ISLAM"