Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MATERI SHOLAT

Hallo, Sobat Baca
A. Pengertian Sholat
Secara Bahasa, asal kata “sholat” adalah Bahasa Arab yang artinya Do’a. Sementara itu menurut Istilah, shalat yaitu peribadahan yang terdiri dari rangkaian kegiatan, mulai dari takbiratul ihram (disertai niat dalam hati) lalu diakhiri dengan mengucap salam yang didalamnya terdapat bacaan dan gerakan tertentu.

B. Rukun Sholat (Qouli dan Fi’li)
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Niat dalam hati
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat
  • Rukuk dengan tuma’ninah
  • Iktidal setelah rukuk dengan tuma’ninah
  • Sujud dua kali dengan tuma’ninah
  • Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk tasyahud akhir
  • Membaca tasyahud akhir
  • Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir
  • Membaca salam yang pertama
  • Tertib melakukan rukun secara berurutan
C. Kedudukan sholat dalam Islam
Sholat punya kedudukan yang diagungkan dalam islam.

Keutamaan ini bisa dilihat melalui beberapa poin seperti berikut ini:
a. Sholat merupakan kewajiban utama
b. Sholat didefinisikan sebagai kewajiban paling pokok sesudah 2 kalimat syahadat dalam Rukun Islam. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Kedudukan sholat masuk dalam Rukun Islam.” Rukun artinya adalah hal mutlak yang wajib dilaksanakan. Bila tak dilakukan, maka tak ada hal lain yang dapat digunakan sebagai bantuan untuk menggugurkannya.
c. Sholat untuk membedakan antara yang muslim dan yang kafir.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah sholat
Barangsiapa meninggalkan sholat, maka ia kafir.” (HR. Muslim, No. 978)

d. Sholat menegakkan agama seseorang Sebagai tiang agama, agama seseorang tidak akan berdiri tegak dan kokoh tanpa menegakkan sholat.
e. Amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Apabila sholatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila sholatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari sholat wajibnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan sholat sunnah?’ Maka sholat sunnah tersebut akan menyempurnakan sholat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” (diriwayatkan oleh Abu Daud, dan di-shohih-kan oleh Syekh al-Albani)

D. Macam-macam sholat (sholat wajib dan sholat sunat)
a. Sholat Fardu/ Wajib
Sholat yang hukumnya wajib bagi setiap orang yang sudah dewasa serta berakal sehat adalah 5 kali dalam waktu sehari semalam.

b. Sholat Sunnah
Di samping sholat fardhu, masih ada yang namanya sholat sunnah dengan aturan-aturan tersendiri, baik waktu maupun tata cara pelaksanaannya.

Hikmah daripada keberadaan ajaran salah satunya sholat sunnah sesudah sholat fardhu adalah sebagai penambal bagi sholat fardhu yang barangkali terdapat kekurangan tanpa disengaja.

E. Ancaman bagi yang meninggalkan sholat
Sabda Nabi SAW: “Barang siapa yang menyepelekan sholat (menggampangkan sholat), maka Allah akan menyiksanya dengan lima belas macam siksaan; enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika menjelang mati, tiga siksaan dialam kubur dan tiga siksaan ketika keluar dari alam kubur“. (Qurtubi (Qurratul ‘uyun: hlm.2)).

1. Siksaan Ketika Di Dunia
a. Allah akan menghilangkan keberkahan dari umurnya;
b. Tanda kesholehannya akan dihapus oleh Allah dari keningnya;
c. Semua amalnya tidak akan diberi pahala oleh Allah SWT;
d. Allah SWT tidak akan mengangakat doanya ke langit;
e. Semua makhluk di dunia akan menyepelekannya;
f. Dia tidak akan mendapatkan bagian doanya orang-orang sholeh.

2. Siksaan Ketika Sakarotul maut yaitu:
a. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan hina;
b. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan lapar;
c. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan haus, walau air lautan di dunia diminumkan kepadanya, maka tetap tidak akan pernah menghilangkan rasa haus dahaganya.

3. Siksaan Ketika Berada Di Alam Kubur yaitu:
a. Kuburnya akan disempitkan oleh Allah dan dihimpitnya sampai tulang rusuknya hancur berantakan;
b. Didalam kuburnya akan dinyalakan api neraka, kemudian orang yang meninggalkan sholat siang malam, ia akan dipanggang dan dibolak-balikan diatas bara api tersebut;
c. Ular yang bernama Syuja’al-Aqro’ akan datang pada orang-orang yang meninggalkan sholat. Ular syuja’al aqro’ itu tercipta dari api neraka, kukunya terbuat dari besi, dan setiap kuku panjangnya seperti ukuran perjalanan satu hari

Ular itu akan berkata kepadanya : “Aku ini Syuja’al-Aqro’, suaranya bagaikan petir yang menyambar, dan ular itu berkata: “Tuhanku menyuruhku agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat shubuh dari shubuh sampai dzuhur, dan agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat dzuhur dari dzuhur sampai asar, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat asar dari asar sampai magrib, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat magrib dari magrib sampai isya, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat isya dari isya sampai shubuh. Ketika ular itu memukulnya satu kali pukulan, maka yang dipukulnya masuk kedalam tanah sedalam ukuran 70 hasta, lalu ular Syuja’al-Aqro’ memasukkan kuku-kukunya kebawah tanah dan kemudian mengeluarkannya kembali, dan siksaan itu tiada henti-hentinya sampai hari kiamat, maka kita mohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” (Qurtubi (Qurratul ‘uyun; hlm.4)).

4. Siksaan Pada Hari Kiamat bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu:
a. Allah akan menggabungkan bersama orang-orang yang diseret mukanya ke neraka Jahannam;
b. Allah akan melihatnya dengan pandangan yang benci atau murka pada waktu dihisab, sehingga daging mukanya meleleh berjatuhan;
c. Allah akan menghisabnya dengan hisaban yang sangat berat dan tiada guna atasnya dari kelebihan apapun untuk selama-lamanya, dan Allah memerintahkannya ke neraka sejelek-jelek tempat menetap

F. Sholat Jama’ dan Qosor
  • Jamak adalah mengumpulkan dua salat untuk dilaksanakan pada satu waktu
  • Qasar adalah meringkas (Qasar) salat wajib dari empat rakaat menjadi dua rakaat.
Pelaksanaan salat jamak terbagi ke dalam dua jenis, yakni jamak taqdim dan jamak takhir.
  • Jamak taqdim ialah melakukan salat Zuhur dan Asar pada waktu Zuhur atau melakukan salat Magrib dan Isya pada waktu Magrib
  • Jamak takhir ialah melakukan salat Zuhur dan Asar pada waktu salat Asar atau melakukan salat Magrib dan Isya pada waktu salat Isya.
Sholat qosor diperbolehkan ketika kita musafir/dalam perjalanan, Selama dalam perjalanan disebut safar baik menempuh jarak dekat maupun jauh, maka boleh mengqashar shalat.

Sholat qosor diperbolehkan ketika kita musafir /dalam perjalanan, Selama dalam perjalanan disebut safar baik menempuh jarak dekat maupun jauh, maka boleh mengqashar shalat.

Dalil – dalil shalat Jama & Qosor
Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:
جَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ سَفَرٍ وَلا خَوْفٍ،
قَالَ: قُلْتُ يَا أَبَا الْعَبَّاسِ: وَلِمَ فَعَلَ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَرَادَ أَنْ لاَ يُحْرِجَ أَحَدًا مِنْ أُمَّتِهِ. [رواه أحمد]
Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjamak antara shalat Dzuhur dan Ashar di Madinah bukan karena bepergian juga bukan karena takut. Saya bertanya: Wahai Abu Abbas, mengapa bisa demikian? Dia menjawab: Dia (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya.” [HR. Ahmad]

Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيغَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْر
ثُمَّ نَزَلَ فَجَمَعَ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتْ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ. [متّفق عليه]
Artinya: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berangkat dalam bepergiannya sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan shalat Dzuhur ke waktu shalat Ashar; kemudian beliau turun dari kendaraan kemudian beliau menjamak dua shalat tersebut. Apabila sudah tergelincir matahari sebelum beliau berangkat, beliau shalat dzuhur terlebih dahulu kemudian naik kendaraan.” [Muttafaq ‘Alaih]

Adapun dalil terkait salat qashar di antaranya adalah sebagai berikut:
(1) Surat an-Nisaa’: 101
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ
الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا.
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qasar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Ketika safar diperbolehkan mengqosor shalat walaupun dalam keadaan aman
قَالَ اَبُوْ حَنْظَلَةَ :سَأَلْتُ اِبْنَ عُمَرَ عَنِ الصَّلَاةِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ: الصَّلاَةُ فِي السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ: إِنَّا آمِنُوْنَ لاَ نَخَافُ أَحَدًا
، قَالَ: سُنَّةُ النَبِيِّ ﷺ
الراوي: أبو حنظلة حكيم الحذاء • أحمد شاكر، تخريج المسند لشاكر (٧/٣٨) • إسناده صحيح
Abu hanzhalah berkata “aku bertanya kepada ibnu ‘umar tentang shalat safar .beliau menjawab shalat dalam keadaan safar dua rokaat ,aku bertanya lagi sesungguhnya kami dalam keadaan aman tidak takut kepada siapa pun ,ia berkata, itu adalah sunnah nabi saw.

Jarak safar
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ تُقْصَرُ الصَّلاَةُ فِيْ مَسِيْرَةِ ثَلَاثَةِ أَمْيَالٍ
الراوي: محمد بن زيد بن خليدة • الألباني، إرواء الغليل (٣/١٨) • صحيح • شرح حديث
Dari ibnu ‘umar dia berkata shalat itu biasa di qosor dalam keadaan safar (melakukan perjalanan) tiga mil (4,828 kilometer)

G. Praktek dan Bacaannya
Bacaan Niat Sholat 5 Waktu

Niat Sholat Shubuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Niat Sholat Dhuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Niat Sholat Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Niat Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ

Niat Sholat Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Takbiratul Ihram
اللَّهُ أَكْبَرُ

Bacaan Doa Iftitah 1
للهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

اللَّهُ أَكْبَرُ
Bacaan Doa Iftitah 2
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

Membaca Surat Al Fatihah dan Bacakan Surat-Surat Pendek/Panjang
.بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

اللَّهُ أَكْبَرُ
Bacaan Ruku 1
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِ
Bacaan Ruku 2
 سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

اللَّهُ أَكْبَرُ
Bacaan I'tidal
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ) مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ)

اللَّهُ أَكْبَرُ
Bacaan Sujud Ke 1
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي / سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

اللَّهُ أَكْبَرُ
Duduk Diantara Dua Sujud
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى/ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِ وَارْزُقْنِ

اللَّهُ أَكْبَرُ
Bacaan Sujud Ke 2
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي / سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

اللَّهُ أَكْبَرُ
Duduk Tasyahud/Tahiyat Awal 1
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
Duduk Tasyahud/Tahiyat Awal 2
 التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ

Duduk Tasyahud/Tahiyat Akhir 1
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدًا
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Duduk Tasyahud/Tahiyat Akhir 2
َأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ucapkan Salam
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Post a Comment for " MATERI SHOLAT"