TKA Pertemuan Ke 4 - SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN, PERILAKU MENYIMPANG DAN PENGENDALIAN SOSIAL

Sosialisasi merupakan suatu proses sosial yang individu lakukan untuk mempelajari kebudayaan kelompok dan peranannya.
4.2 Tujuan Sosialisasi
Berikut tujuan-tujuan dari sosialisasi, di antaranya :
- Membentuk kepribadian individu.
- Mewariskan nilai sosial dan norma sosial.
- Menanamkan peran sosial.
4.3 Tahap-tahap Sosialisasi
Tahap-tahap sosialisasi menurut George Herbert Mead, di antaranya :
|
No. |
Tahap
Sosialisasi |
Penjelasan
(Singkat & Mudah Dipahami) |
|
1. |
Tahap
persiapan (preparatory stage) |
Anak
hanya meniru perilaku dan suara orang lain, tapi belum mengerti
arti dari yang ditirunya itu. (Contoh: Mengoceh). |
|
2. |
Tahap
meniru (play stage) |
Anak
bermain peran menjadi satu orang penting (misalnya, Ibu atau
Ayah). Dia belum bisa melihat peran orang lain secara bersamaan. |
|
3. |
Tahap
siap bertindak (game stage) |
Anak
sudah bisa berinteraksi kelompok (seperti main tim). Dia mengerti
perannya dan mempertimbangkan peran orang lain dalam tim itu. |
|
4. |
Tahap
penerimaan norma kolektif (generalized other) |
Individu
sudah memahami dan menerima semua aturan dan nilai yang berlaku di
masyarakat luas sebagai pedoman perilakunya. |
Agen sosialisasi adalah sebagai perantara yang berperan penting dalam proses sosialisasi seorang anak. Berikut beberapa agen-agen sosialisasi yang paling utama :
- Keluarga
- Teman sebayaSekolah
- Media Massa
- Lingkungan Sosial
- Lembaga Agama
Berikut pola umum dalam sosialisasi di antaranya :
|
No. |
Pola
Sosialisasi |
Penjelasan
(Singkat & Mudah Dipahami) |
Contoh |
|
1. |
Sosialisasi
Primer |
Sosialisasi
yang terjadi pertama kali dan sangat mendasar, membentuk kepribadian
dasar seseorang. |
Seorang
anak belajar berbicara, makan, dan memanggil Ibu/Ayah dari keluarga 🏡. |
|
2. |
Sosialisasi
Sekunder |
Sosialisasi
yang terjadi setelah dari keluarga, mengajarkan peran dan norma
spesifik di lingkungan luar. |
Seorang
siswa belajar disiplin, hormat pada guru, dan mengikuti kurikulum di sekolah
🏫. |
|
3. |
Sosialisasi
Formal |
Sosialisasi
yang terjadi melalui lembaga resmi yang punya aturan tertulis dan
struktur jelas. |
Pelatihan
dasar kemiliteran atau masa orientasi siswa (MOS) yang diatur oleh lembaga
pendidikan/negara. |
|
4. |
Sosialisasi
Informal |
Sosialisasi
yang terjadi dalam kelompok pergaulan atau lingkungan yang tidak
resmi, tanpa aturan baku. |
Remaja
belajar gaya berpakaian dan bahasa gaul terbaru dari teman
sebaya atau gengnya 🧑🤝🧑. |
|
5. |
Sosialisasi
Represif |
Pola
sosialisasi yang menekankan pada hukuman 🚫 dan kepatuhan tanpa boleh
bertanya. |
Orang
tua memukul atau membentak anak karena melakukan kesalahan,
tanpa memberi penjelasan. |
|
6. |
Sosialisasi
Partisipatoris |
Pola
sosialisasi yang melibatkan hadiah/penghargaan 🎉 dan diskusi dua arah. |
Orang
tua memuji anak yang mendapat nilai bagus dan berdiskusi saat
anak melanggar aturan. |
|
7. |
Sosialisasi
Preventif dan Korektif |
Sosialisasi
untuk mencegah perilaku buruk (preventif) dan untuk memperbaiki
perilaku buruk (korektif). |
Preventif: Guru memberikan edukasi bahaya
narkoba. Korektif: Seorang napi ikut rehabilitasi setelah keluar dari
penjara. |
Dalam sosiologi, kepribadian adalah pola perilaku, kebiasaan, dan penilaian seseorang yang berkembang melalui hasil interaksi dan sosialisasi.
4.7 Unsur-unsur dalam Kepribadian
Pengetahuan, perasaan, dorongan atau keinginan, sikap, kebiasaan, serta nilai dan norma
4.8 Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian
No. |
Faktor
Pembentuk Kepribadian |
Penjelasan
Singkat (Mudah Dipahami) |
Contoh |
|
1. |
Faktor
Biologis (Hereditas) |
Faktor
yang dibawa sejak lahir atau diturunkan dari orang tua, seperti
bentuk fisik, kecerdasan, dan dasar temperamen. |
Tinggi
badan, warna kulit, atau kecenderungan dasar untuk menjadi pribadi yang
tenang atau mudah marah (temperamen). |
|
2. |
Lingkungan
Fisik |
Faktor
yang berasal dari alam sekitar tempat tinggal seseorang, seperti
iklim, geografis, dan sumber daya alam. |
Orang
yang tinggal di pegunungan 🏔️ cenderung memiliki kepribadian
yang ulet dan mandiri dibandingkan yang tinggal di pantai. |
|
3. |
Lingkungan
Sosial |
Faktor
yang berasal dari interaksi dengan orang lain dan kelompok di
sekitar kita, termasuk norma dan nilai masyarakat. |
Keluarga,
teman sepermainan, dan struktur masyarakat yang religius atau individualis
akan memengaruhi cara seseorang bersikap. |
|
4. |
Pengalaman
Pribadi |
Faktor
yang berasal dari kejadian unik dan hanya dialami oleh individu
tersebut, yang memberikan pelajaran khusus. |
Kejadian
trauma masa kecil, atau keberhasilan besar dalam mencapai tujuan yang
membentuk rasa percaya diri yang tinggi. |
|
5. |
Proses
Sosialisasi |
Faktor
yang merupakan cara individu belajar menyesuaikan diri, menerima
norma, dan mengambil peran dalam masyarakat. |
Bagaimana
cara orang tua mendidik (misalnya dengan hukuman atau diskusi) akan
memengaruhi bagaimana anak mengambil keputusan dan berinteraksi. |
Perilaku menyimpang adalah tindakan ataupun ucapan yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
4.10 Proses Pembentukan Perilaku Menyimpang
No. |
Faktor/Proses
Pembentukan Penyimpangan |
Penjelasan
Singkat (Mudah Dipahami) |
Contoh |
|
1. |
Sosialisasi
yang tidak sempurna |
Individu
tidak sepenuhnya berhasil menyerap nilai dan norma utama masyarakat,
sering karena adanya konflik atau ketidaksesuaian dalam proses
didikan. |
Anak
yang dididik oleh dua orang tua dengan aturan yang bertentangan
(misalnya, Ayah keras, Ibu terlalu memanjakan). |
|
2. |
Sub
kebudayaan menyimpang |
Individu
bergabung dengan kelompok yang memiliki nilai-nilai berbeda atau bertentangan
dengan nilai masyarakat umum, sehingga perilaku yang dianggap benar oleh
kelompok itu justru menyimpang di mata umum. |
Remaja
yang bergabung dengan geng motor yang menghalalkan kekerasan; bagi
mereka itu keren, bagi masyarakat itu kejahatan. |
|
3. |
Labeling
(pelabelan sosial) |
Seseorang
menjadi penyimpang karena dicap atau diberi label sebagai orang
jahat atau nakal oleh masyarakat, sehingga ia akhirnya berperilaku sesuai cap
tersebut. |
Seorang
mantan narapidana yang selalu dicurigai dan dijauhi masyarakat,
akhirnya kembali melakukan kejahatan karena merasa tidak punya pilihan lain. |
|
4. |
Teori
differential association (pergaulan yang menyimpang) |
Perilaku
menyimpang dipelajari dari pergaulan intensif dengan orang-orang yang
sudah memiliki perilaku menyimpang. |
Remaja
yang bergaul erat dengan kelompok pemakai narkoba, akhirnya ikut-ikutan
mencoba narkoba 🚬. |
|
5. |
Faktor
internal (psikologis dan biologis) |
Penyimpangan
yang disebabkan oleh kondisi diri sendiri, baik dari sisi kejiwaan
(mental) maupun fisik (keturunan atau penyakit). |
Gangguan
kesehatan mental (seperti skizofrenia atau psikopat)
atau kelainan genetik tertentu yang memengaruhi kontrol diri. |
A. Berdasarkan Pelakunya
No. |
Bentuk
Penyimpangan |
Penjelasan
Singkat |
Contoh |
|
1. |
Penyimpangan
individu |
Perilaku
menyimpang yang dilakukan sendirian atau hanya oleh satu orang. |
Seorang
karyawan mencuri uang kas kantor sendirian. |
|
2. |
Penyimpangan
kelompok |
Perilaku
menyimpang yang dilakukan secara bersama-sama dan terorganisir oleh sekelompok
orang. |
Geng
motor yang melakukan perampasan di jalanan atau korupsi berjamaah. |
No. |
Bentuk
Penyimpangan |
Penjelasan
Singkat |
Contoh |
|
1. |
Penyimpangan
positif |
Perilaku
yang melanggar norma tapi dianggap bermanfaat dan diterima
karena bertujuan baik atau progresif. |
Seorang
ibu rumah tangga menjadi sopir truk 🚚 untuk menafkahi keluarga
(melanggar norma gender tradisional). |
|
2. |
Penyimpangan
negatif |
Perilaku
yang melanggar norma dan merugikan atau mengganggu
ketertiban umum. Ini adalah penyimpangan yang umum terjadi. |
Pencurian, perjudian, atau penggunaan
narkoba. |
No. | Bentuk
Penyimpangan | Penjelasan
Singkat | Contoh |
1. | Penyimpangan
primer | Perilaku
menyimpang yang ringan, tidak disengaja, dan hanya terjadi sesekali.
Pelaku masih dianggap wajar oleh masyarakat. | Terlambat masuk kantor satu atau dua kali
atau menerobos lampu merah tanpa disengaja. |
2. | Penyimpangan
sekunder | Perilaku
menyimpang yang berat, dilakukan berulang kali, dan sudah
menjadi kebiasaan atau bagian dari identitas pelaku. | Seorang
pecandu narkoba, seorang residivis (berkali-kali melakukan
tindak kriminal), atau mabuk-mabukan setiap akhir pekan. |
No. |
Bentuk
Penyimpangan |
Penjelasan
Singkat |
Contoh |
|
1. |
Penyimpangan
ekonomi |
Pelanggaran
yang terkait dengan harta, benda, atau keuangan, dan melanggar aturan
hukum ekonomi. |
Penggelapan
pajak, korupsi,
atau pencurian (terkait aset). |
|
2. |
Penyimpangan
sosial-budaya |
Pelanggaran
terhadap norma kesusilaan, adat istiadat, dan tata krama yang berlaku
di masyarakat. |
Berbicara
kotor di tempat
umum, berpakaian tidak pantas, atau perjudian (sebagai penyakit
sosial). |
|
3. |
Penyimpangan
politik |
Pelanggaran
yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap aturan, prosedur, atau
etika dalam sistem pemerintahan/politik. |
Manipulasi
suara saat
pemilu atau penyalahgunaan wewenang (korupsi politik). |
|
4. |
Penyimpangan
seksual |
Perilaku
seksual yang melanggar norma dan ketentuan hukum (misalnya norma agama
dan kesusilaan). |
Prostitusi, pelecehan seksual, atau perzinaan. |
Pengendalian sosial adalah usaha atau cara untuk mengarahkan dan membimbing anggota masyarakat agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
4.13 Jenis Pengendalian Sosial
A. Berdasarkan Sifatnya
No. |
Jenis
Pengendalian |
Penjelasan
(Singkat & Mudah Dipahami) |
Contoh |
|
1. |
Pengendalian
sosial formal |
Dilakukan
oleh lembaga resmi (pemerintah, polisi, pengadilan) yang punya aturan
dan sanksi tertulis yang jelas. |
Polisi menilang pengendara yang
melanggar lalu lintas; Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara. |
|
2. |
Pengendalian
sosial informal |
Dilakukan
oleh kelompok tidak resmi (keluarga, teman, tokoh masyarakat) melalui
teguran, nasihat, atau rumor. |
Orang
tua menasihati
anaknya; Tetangga bergosip tentang perilaku buruk seseorang; Tokoh
agama memberikan ceramah. |
No. | Jenis
Pengendalian | Penjelasan
(Singkat & Mudah Dipahami) | Contoh |
1. | Preventif | Pengendalian
yang dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan, tujuannya mencegah
agar penyimpangan tidak terjadi. | Sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar; Patroli
polisi di malam hari sebelum ada tindak kriminal. |
2. | Represif | Pengendalian
yang dilakukan setelah terjadinya penyimpangan, tujuannya untuk mengembalikan
keadaan seperti semula atau memberi pelajaran. | Penangkapan pelaku pencurian setelah
aksinya; Teguran kepada siswa yang ketahuan menyontek. |
3. | Kuratif | Pengendalian
yang bertujuan untuk menyembuhkan atau memperbaiki individu
yang sudah berperilaku menyimpang agar bisa kembali normal. | Program
rehabilitasi bagi pecandu narkoba; Konseling psikologis bagi
mantan narapidana. |
No. |
Jenis
Pengendalian |
Penjelasan
(Singkat & Mudah Dipahami) |
Contoh |
|
1. |
Persuasif |
Pengendalian
yang dilakukan dengan cara mengajak atau membujuk secara halus,
tanpa kekerasan atau paksaan. |
Kampanye
anti-rokok melalui iklan layanan masyarakat; Nasihat dari guru
BK kepada siswa. |
|
2. |
Koersif |
Pengendalian
yang dilakukan dengan cara kekerasan atau paksaan (ancaman
fisik atau sanksi keras) untuk menciptakan kepatuhan. |
Pembubaran
paksa
demonstrasi yang anarkis oleh polisi; Denda yang besar bagi pelanggar aturan. |
1. Adanya fenomena golput atau golongan putih yang artinya tidak memilih atau tidak menggunakan hak suaranya ketika pelaksanaan pemilu merupakan penyimpangan
(A) ekonomi.
(B) sosial-budaya.
(C) politik.✅
(D) agama.
(E) pendidikan.
2. Dalam proses pembentukan perilaku menyimpang yaitu adanya teori labelling yang berarti
(A) pelabelan sosial.✅
(B) harmoni sosial.
(C) interaksi sosial.
(D) globalisasi.
(E) kesenjangan ekonomi.
3. Kasus kenakalan remaja yaitu adanya geng motor termasuk perilaku
(A) menyimpang.✅
(B) modern.
(C) interaksi sosial.
(D) globalisasi.
(E) wajar.
4. Perilaku menyimpang akan selesai menggunakan
(A) perubahan sosial.
(B) pengendalian sosial.✅
(C) konflik sosial.
(D) kesenjangan sosial.
(E) hedonisme.
5. Tahapan persiapan pada tahap sosialisasi yaitu meniru disebut
(A) preparatory stage.✅
(B) play stage.
(C) game stage.
(D) generalized stage.
(E) hedonisme.
6. Kasus overdosis narkoba merupakan jenis penyimpangan yang dilakukan oleh
(A) individu.✅
(B) masyarakat.
(C) komunitas.
(D) lingkungan politik.
(E) lingkungan budaya.
7. Apa yang dimaksud dengan kepribadian?
(A) Pola perilaku, kebiasaan, dan nilai yang berkembang melalui interaksi dan sosialisasi.✅
(B) Usaha untuk mengarahkan perilaku individu.
(C) Adanya perubahan secara mendunia.
(D) Terjadinya hubungan timbal balik.
(E) Adanya kumpulan norma-norma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
8. Apa yang dimaksud dengan penyimpangan positif?
(A) Penyimpangan yang mengarah pada kemajuan yang baik.✅
(B) Terjadinya kerusuhan.
(C) Adanya konflik antar etnis.
(D) Terjadinya kekerasan fisik.
(E) Konflik perbedaan budaya.
9. Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk membuat anggotanya berperilaku sesuai dengan harapan sosial merupakan pengertian pengendalian menurut
(A) Jeffry Nicholl.
(B) Nicholas saputra.
(C) Peter Luckman Berger.✅
(D) Jack sparrow.
(E) Nichola tesla.
10. Pengendalian sosial secara koersif dilakukan dengan cara
(A) paksaan.✅
(B) kasih sayang.
(C) perbuatan baik.
(D) perlakuan istimewa.
(E) tindakan sewajarnya.
11. Berikut ini manakah yang termasuk unsur kepribadian?
(A) Imitasi.
(B) Sugesti.
(C) Pengetahuan.✅
(D) Perilaku menyimpang.
(E) Simpati.
12. Dalam faktor pembentuk kepribadian adanya pengalaman pribadi yaitu
(A) meniru sikap dan perilaku orang lain.
(B) suatu peristiwa hidup yang dialami seseorang.✅
(C) untuk menjadi sama persis dengan orang lain.
(D) dengan membaca buku atau referensi yang lain.
(E) dilakukan dengan terpaksa.
13. Dalam unsur-unsur pembentuk kepribadian terdapat kebiasaan yaitu
(A) Pola perilaku yang dilakukan berulang-ulang.✅
(B) mengacu pada aturan hukum.
(C) terdapat hukum adat.
(D) mudah terpengaruh orang lain.
(E) mengeluhkan setiap perbuatannya.
14. Dalam proses pembentukan perilaku menyimpang yang diakibatkan dari gangguan mentalitas ataupun trauma disebut
(A) faktor fisik.
(B) faktor kebiasaan.
(C) faktor psikologis.✅
(D) pola pikir.
(E) kebudayaan yang menyimpang.
15. Berikut ini yang bukan termasuk unsur dari kepribadian adalah
(A) hedonisme.✅
(B) pengetahuan.
(C) kebiasaaan.
(D) nilai dan norma.
(E) perasaan.
16. Dalam pola sosialisasi yaitu terdapat sosialisasi formal. Berikut ini manakah yang termasuk contoh dari sosialisasi formal?
(A) Adin dimasukkan ke barak militer karena sering bolos sekolah.✅
(B) Kakak menjadi relawan untuk korban bencana alam.
(C) Ibu menerapkan nilai dan norma di rumah.
(D) Kakak mengajarkan tugas di rumah sesuai aturan yang berlaku.
(E) Ayah berangkat kerja tepat waktu.
17. Siwon belajar kelompok dengan Eunhyuk di taman kota untuk menyelesaikan tugasnya. Jika dilihat dari pola sosialisasi termasuk
(A) sosialisasi formal.
(B) sosialisasi sekunder.✅
(C) sosialisasi preventif.
(D) sosialisasi represif.
(E) sosialisasi kuratif.
18. Membentuk kepribadian individu merupakan tujuan dari
(A) sosialisasi.✅
(B) hedonisme.
(C) konsumerisme.
(D) Liberalisme.
(E) globalisasi.
19. Kyuhyun melakukan kerja bakti dan ronda malam di daerah tempat tinggalnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban sosial. Maka perilaku Kyuhyun termasuk pada tahap sosialisasi bagian
(A) tahap meniru.
(B) tahap sugesti.
(C) adanya unsur keterpaksaan.
(D) tahap penerimaan norma kolektif.✅
(E) adanya aturan yang wajib dipatuhi.
20. Kakak mengikuti organisasi Karang Taruna di tempat tinggalnya. Maka dilihat dari agen sosialisasi termasuk pada bagian
(A) keluarga.
(B) media massa.
(C) lingkungan sosial.✅
(D) lembaga agama.
(E) lembaga ekonomi.
21. Terjadi ketika sosialisasi tidak berjalan dengan baik atau komunikasi yang kurang mendukung disebut dengan
(A) sosialisasi tidak sempurna.
(B) sub kebudayaan menyimpang.
(C) perubahan sosial.✅
(D) globalisasi.
(E) hedonisme.
22. Pada proses pembentukan perilaku menyimpang yaitu adanya teori ketegangan sosial yang berarti
(A) adanya ketidaksesuaian tujuan masyarakat yang berakibat menyimpang.✅
(B) upaya penyelesaian konflik sosial.
(C) adanya dugaan sementara dalam penelitian sosial.
(D) adanya aturan yang berlaku secara tertulis.
(E) terdapat perpindahan penduduk.
23. Melakukan tindak pidana korupsi adalah bentuk perilaku menyimpang yang menyalahgunakan
(A) kepentingan ekonomi.
(B) kepentingan keluarga.
(C) adanya perubahan sosial.
(D) wewenang atau jabatan.✅
(E) gelar.
24. Tentukan jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda centang (✓) pada kotak yang tersedia! Jawaban dapat lebih dari satu.
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!
Pernyataan yang menunjukkan proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian adalah:
|
No |
Pernyataan |
Jawaban |
|
1 |
Anak meniru kebiasaan orang tuanya
dalam berperilaku sopan kepada orang lain. |
✅ |
|
2 |
Seorang siswa belajar nilai disiplin
melalui peraturan sekolah. |
✅ |
|
3 |
Remaja menyesuaikan diri dengan gaya
hidup kelompok pertemannya agar diterima. |
✅ |
|
4 |
Anak belajar membaca dan berhitung
sejak dini melalui pendidikan formal. |
✅ |
|
5 |
Seorang karyawan menerima pelatihan
etika kerja di perusahaan. |
✅ |
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
Alasan |
|
A.
Penyimpangan sosial hanya dilakukan oleh individu dengan gangguan mental. |
✅ |
Karena
penyimpangan sosial juga bisa dilakukan oleh orang normal, bukan hanya yang
memiliki gangguan mental. |
|
|
B.
Tawuran pelajar termasuk bentuk penyimpangan sosial yang bersifat kolektif. |
✅ |
Karena
dilakukan oleh sekelompok orang (bukan individu), maka disebut penyimpangan
kolektif. |
|
|
C.
Pengendalian sosial preventif dilakukan setelah pelanggaran terjadi agar
tidak terulang kembali. |
✅ |
Karena
pengendalian preventif dilakukan sebelum pelanggaran terjadi,
bukan setelahnya. |
|
|
D.
Sanksi sosial merupakan alat penting dalam proses pengendalian sosial di
masyarakat. |
✅ |
Karena
sanksi sosial berfungsi untuk menertibkan dan mengarahkan perilaku agar
sesuai norma. |
|
|
E.
Penyimpangan primer bersifat sementara dan pelakunya masih dapat diterima
oleh masyarakat. |
✅ |
Karena
sifatnya ringan dan tidak terus-menerus, pelakunya masih bisa diterima di
lingkungan sosial. |
Post a Comment for "TKA Pertemuan Ke 4 - SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN, PERILAKU MENYIMPANG DAN PENGENDALIAN SOSIAL"