Anak Broken Home
Hallo, Sobat Baca


Bagaimana kabarnya? Semoga sobat semuanya dalam keadaan sehat yah ... Aamiin
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang “Anak Broken Home” sepertinya sudah tidak asing lagi ya dengan kata tersebut. Kita mungkin sering mendengar ada anak Broken Home
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang “Anak Broken Home” sepertinya sudah tidak asing lagi ya dengan kata tersebut. Kita mungkin sering mendengar ada anak Broken Home
Lantas apa yang dimaksud dengan anak Broken Home?
Broken home dapat diartikan dimana keadaan kondisi rumah tangga yang tidak utuh karena penceraian atau salah satu orangtua nya meninggal dunia.
Broken home juga berkaitan dengan keluarga yang kurang harmonis, penyebabnya bermacam-macam bisa karena pertengkaran dalam keluarga, terjadinya konflik antar orang tua, orang tua yang terlalu sibuk dengan kerjaannya, tidak mau mengalah satu sama lain, mengabaikan anak, melakukan tidakan kekerasan dalam rumah tangga tentu saja akan berdampak pada psikologis anak.
Keluarga yang sering mengalami konflik disebut keluarga difungsional yang menyebabkan gangguan emosional pada anggota keluarga di dalamnya.
Adapun beberapa dampak pada Broken Home yang dapat terjadi pada anak:
Tumbuh kembang anak tergantung bagaimana perhatian dan pola asuh orang tua yang diberikan. Meskipun anak didalam lingkungan rumah diawasi orang tua, tetap diluar rumah pun harus diawasi dengan cara tidak berlebihan.
Jadi broken home itu terkadang tidak menyenangkan untuk sebagian orang dan tentu saja mungkin sedikit menyiksa diri karena menerima beban yang cukup berlebihan dan menguji mental. Namun di sisi lain, broken home bisa menjadi pribadi yang kuat karena terbiasa menyelesaikan masalah nya sendiri.
Semoga Bermanfaat 😊
Broken home dapat diartikan dimana keadaan kondisi rumah tangga yang tidak utuh karena penceraian atau salah satu orangtua nya meninggal dunia.
Broken home juga berkaitan dengan keluarga yang kurang harmonis, penyebabnya bermacam-macam bisa karena pertengkaran dalam keluarga, terjadinya konflik antar orang tua, orang tua yang terlalu sibuk dengan kerjaannya, tidak mau mengalah satu sama lain, mengabaikan anak, melakukan tidakan kekerasan dalam rumah tangga tentu saja akan berdampak pada psikologis anak.
Keluarga yang sering mengalami konflik disebut keluarga difungsional yang menyebabkan gangguan emosional pada anggota keluarga di dalamnya.
Adapun beberapa dampak pada Broken Home yang dapat terjadi pada anak:
- Kesehatan anak akan terganggu karena mengalami stres dan depresi
- Kurangnya perhatian dari kedua orang tua untuk anak, akan berdampak pada kurangnya pendidikan dalam keluarga
- Tidak semangat atau kurangnya motivasi untuk belajar
- Rentan mengalami masalah keuangan
- Kepribadian anak akan terganggu (Bisa saja akan melakukan penyimpangan sosial hingga mencoba mengkonsumsi obat-obatan terlarang)
- Terkadang merasa bersalah padahal tidak melakukan kesalahan
- Sedikit kesulitan untuk bisa berkomunikasi secara terbuka
- Menjadi pemalu
- Suka mendengar cerita (Curhatan) orang lain dibanding bercerita
- Pribadi yang susah ditebak (tertutup)
- Terkadang dari segi emosionalnya sedikit tinggi
- Lebih banyak diam (sedikit berbicara)
- Ruang lingkup pertemanan terbatas (Introvert)
- Memiliki kepekaan dan rasa peduli yang cukup tinggi biasanya (Dapat memahami keadaan orang lain karena mungkin pernah mengalami hal serupa)
- Terkadang suka bersedih dan merenungkan tentang keadaannya
- Mampu menjadi pribadi yang bijaksana (mengerti keadaan)
- Bisa merasakan proses kedewasaan sebelum waktunya
- Terkadang berprilaku kurang sopan (karena kurang pendidikan orang tua) tapi tidak semua ya
- Mudah cemas
- Sulit percaya dengan orang lain
- Mampu menyelesaikan masalah tanpa melibatkan orang lain
- Suka berpikir berlebihan (overthinking)
- Terkadang bersikap manja (suka menyuruh orang lain)
- Dapat hidup belajar mandiri sejak dini
- Mempunyai sikap tidak enakkan kepada orang lain (terkadang malu meminta bantuan kepada orang)
- Cuek tapi peduli
- Merasa kurang dukungan dari orang-orang yang ada disekelilingnya
- Memahami kerasnya hidup
- Mental semakin kuat (karena terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri)
- Enak diajak ngobrol (sharing)
Tumbuh kembang anak tergantung bagaimana perhatian dan pola asuh orang tua yang diberikan. Meskipun anak didalam lingkungan rumah diawasi orang tua, tetap diluar rumah pun harus diawasi dengan cara tidak berlebihan.
Jadi broken home itu terkadang tidak menyenangkan untuk sebagian orang dan tentu saja mungkin sedikit menyiksa diri karena menerima beban yang cukup berlebihan dan menguji mental. Namun di sisi lain, broken home bisa menjadi pribadi yang kuat karena terbiasa menyelesaikan masalah nya sendiri.
Semoga Bermanfaat 😊
Post a Comment for "Anak Broken Home"