Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anak Broken Home

Hallo, Sobat Baca
Bagaimana kabarnya? Semoga sobat semuanya dalam keadaan sehat yah ... Aamiin

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang “Anak Broken Home” sepertinya sudah tidak asing lagi ya dengan kata tersebut. Kita mungkin sering mendengar ada anak Broken Home

Lantas apa yang dimaksud dengan anak Broken Home?

Broken home dapat diartikan dimana keadaan kondisi rumah tangga yang tidak utuh karena penceraian atau salah satu orangtua nya meninggal dunia.

Broken home juga berkaitan dengan keluarga yang kurang harmonis, penyebabnya bermacam-macam bisa karena pertengkaran dalam keluarga, terjadinya konflik antar orang tua, orang tua yang terlalu sibuk dengan kerjaannya, tidak mau mengalah satu sama lain, mengabaikan anak, melakukan tidakan kekerasan dalam rumah tangga tentu saja akan berdampak pada psikologis anak.

Keluarga yang sering mengalami konflik disebut keluarga difungsional yang menyebabkan gangguan emosional pada anggota keluarga di dalamnya.

Adapun beberapa dampak pada Broken Home yang dapat terjadi pada anak:
  1. Kesehatan anak akan terganggu karena mengalami stres dan depresi
  2. Kurangnya perhatian dari kedua orang tua untuk anak, akan berdampak pada kurangnya pendidikan dalam keluarga
  3. Tidak semangat atau kurangnya motivasi untuk belajar
  4. Rentan mengalami masalah keuangan
  5. Kepribadian anak akan terganggu (Bisa saja akan melakukan penyimpangan sosial hingga mencoba mengkonsumsi obat-obatan terlarang)
  6. Terkadang merasa bersalah padahal tidak melakukan kesalahan
  7. Sedikit kesulitan untuk bisa berkomunikasi secara terbuka
  8. Menjadi pemalu
  9. Suka mendengar cerita (Curhatan) orang lain dibanding bercerita
  10. Pribadi yang susah ditebak (tertutup)
  11. Terkadang dari segi emosionalnya sedikit tinggi
  12. Lebih banyak diam (sedikit berbicara)
  13. Ruang lingkup pertemanan terbatas (Introvert)
  14. Memiliki kepekaan dan rasa peduli yang cukup tinggi biasanya (Dapat memahami keadaan orang lain karena mungkin pernah mengalami hal serupa)
  15. Terkadang suka bersedih dan merenungkan tentang keadaannya
  16. Mampu menjadi pribadi yang bijaksana (mengerti keadaan)
  17. Bisa merasakan proses kedewasaan sebelum waktunya
  18. Terkadang berprilaku kurang sopan (karena kurang pendidikan orang tua) tapi tidak semua ya
  19. Mudah cemas
  20. Sulit percaya dengan orang lain
  21. Mampu menyelesaikan masalah tanpa melibatkan orang lain
  22. Suka berpikir berlebihan (overthinking)
  23. Terkadang bersikap manja (suka menyuruh orang lain)
  24. Dapat hidup belajar mandiri sejak dini
  25. Mempunyai sikap tidak enakkan kepada orang lain (terkadang malu meminta bantuan kepada orang)
  26. Cuek tapi peduli
  27. Merasa kurang dukungan dari orang-orang yang ada disekelilingnya
  28. Memahami kerasnya hidup
  29. Mental semakin kuat (karena terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri)
  30. Enak diajak ngobrol (sharing)
Jadi kesimpulannya, broken home tidak selalu berdampak negatif ya namun bisa juga merasakan dampak positif. Namun kita sebagai orang tua harus tetap waspada dan senantiasa memberikan pendidikan keluarga yang terbaik.

Tumbuh kembang anak tergantung bagaimana perhatian dan pola asuh orang tua yang diberikan. Meskipun anak didalam lingkungan rumah diawasi orang tua, tetap diluar rumah pun harus diawasi dengan cara tidak berlebihan.

Jadi broken home itu terkadang tidak menyenangkan untuk sebagian orang dan tentu saja mungkin sedikit menyiksa diri karena menerima beban yang cukup berlebihan dan menguji mental. Namun di sisi lain, broken home bisa menjadi pribadi yang kuat karena terbiasa menyelesaikan masalah nya sendiri.

Semoga Bermanfaat 😊

Post a Comment for "Anak Broken Home"