KERAJAAN - KERAJAAN HINDU DAN BUDDHA DI INDONESIA
Hallo, Sobat Baca
1. Kerajaan Salakanegara
Sebenarnya hingga saat ini, keberadaan mengenai kerajaan ini memang masih menjadi perdebatan para ahli. Dalam naskah wangsakerta, disebutkan seseorang yang Bernama Dewawarman. Pada 132 M, Raja Dewawarman diberitakan telah membangun kompleks candi buddha di Batujaya yang berlanggam hindu. Kerajaan Salakanegara mengalami keruntuhan pada 362 M yang diperkirakan sebagai akibat serangan dari Kerajaan Tarumanegara.
2. Kerajaan Kutai
Kuta (kutai martadipura) merupakan salah satu kerajaan hindu tertua di Indonesia. Berdiri sekitar abad V, kerajaan ini berlokasi di daerah kutai, Kalimantan timur. Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah temuan prasasti yang ditulis diatas tujuh buah yupa (tugu batu). Pusat pemerintahnya diperkirakan di hulu Sungai Mahakam.
Nama-nama rajanya adalah Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman.
Raja Mulawarman melakukan upacara pengurbanan dan memberikan hadiah atau sedekah kepada para brahmana sejumlah 20.000 ekor sapi.
Kerajaan kutai (bercorak hindu) runtuh setelah diserang kutai kartanegara (kerajaan islam).
3. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berdiri sekitar abad IV dan V M. Wilayah kekuasaannya meliputi hamper seluruh Jawa Barat, yaitu membentang dari Banten, Jakarta, Bogor, hingga Cirebon.
Nama-nama rajanya, antara lain Purnawarman dan Sri Maharaja Linggawarman (666-669 M).
- Prasasti Ciaruteun
Cap telapak kaki yang melambangkan Raja Purnawarman sebagai dewa wisnu (dewa pemelihara alam semesta), kerajaan tarumanegara telah menerapkan konsep dewa raja: raja yang memerintah disamakan dengan dewa wisnu.
- Prasasti Kebon Kopi
Gambar telapak kaki gajah, yang disamakan dengan gajah Airawata, atau gajah kendaraan dewa wisnu.
- Prasasti Tugu
Prasasti tugu menyebutkan tentang pembangunan saluran air yang panjangnya 6.112 tombak (setara dengan 11km) diberi nama Gomati.
4. Kerajaan Pajajaran (Sunda)
Kerajaan sunda atau pajajaran eksis dari abad VII-XVI. Wilayah kekuasaannya meliputi provinsi Banten, Jakarta, Jawa barat, dan Sebagian Jawa Tengah sekarang.
Kerajaan sunda bercorak hindu dan buddha. Memiliki dua Kawasan Pelabuhan utama di Sunda Kalapa dan Banten.
Nama-nama rajanya antara lain:
- Tarusbawa
- Sanjaya
- Maharaja Niskala Wastukencana Prabu Ratu Dewata
Kerajaan sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 669 M. Tarusbawa merupakan menantu dari Sri Maharaja Linggawarman. Kerajaan sunda dan kerajaan galuh, kedua kerajaan ini kemudian dipersatukan oleh Sanjaya. Kerajaan ini kemudian menjadi kerajaan sunda.
Prasasti Sang Hyang Tapak
Dalam prasasti Sang Hyang Tapak, disebutkan seorang raja Bernama Maharaja Sri Jayabhupati dan berkuasa di Prahajyan sunda.
Raja Jayabhupati digantikan oleh Rahyang Niskala Wastukencana atau Raja Sri Baduga Maharaja, yang terlibat dalam perang Bubat pada 1357.
Pada tahun 1579, Maulana Yusuf dari kerajaan Banten menyerang kerajaan sunda yang ketika itu dipimpin Prabu Ratu Dewata (memerintah 1535-1543). Serangan itu kebanyakan runtuhnya kerajaan sunda.
5. Kerajaan Sriwijaya
Daerah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, dan pesisir Kalimantan.
Berdasarkan temuan sumber tertulis serta berita Tiongkok dan Arab, Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berdiri sekitar abad VII.
Berdasarkan laporan I Tsing, seorang pendeta Tiongkok, melaporkan Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama buddha. Kerajaan ini mencapai zaman keemas an dibawah Raja Balaputradewa yang berkuasa sekitar pertengahan abad IX.
Dalam prasasti kedudukan bukit (berangka tahun 605 saka atau 688 M), dapat diinterpretasikan bahwa kerajaan sriwijaya bukan berpusat di Palembang, melainkan di Muara Takus (Riau). Pernyataan ini didukung temuan arkeologis berupa stupa di Muara Takus (kabupaten Kampar, Riau). Masyarakat Sriwijaya Sebagian besar hidup dari perdagangan dan pelayaran (bercorak Maritim). Pada akhir abad IX, kerajaan sriwijaya berhasil menguasai Sebagian jalur perdagangan di Asia Tenggara, seperti Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Karitama, dan tanah genting kra (wilayah Thailand dan Myanmar)
Beberapa peninggalan kerajaan sriwijaya:
- Arca buddha langgam amarawati
- Prasasti Telaga Batu
- Prasasti Talang Tuo
Sriwijaya mengalami kemunduran sekitar abad XII, antara lain disebabkan:
- Serangan kerajaan medang kamulan, Jawa Timur, dibawah Raja Dharmawangsa pada 990 M.
- Serangan kerajaan Colamandala dari India pada 1023 M dan 1030 M. Terdesak oleh kerajaan Thailand yang mengembangkan kekuasaannya sampai semenanjung Malaya.
- Serangan Majapahit pada 1477 M dan berhasil menaklukan sriwijaya.
6. Kerajaan Kalingga
Kalingga adalah kerajaan bercorak buddha di Jawa Tengah yang berdiri sekitar abad VII. I Tsing yang menyebutkan ada kerajaaan dengan nama Ho-ling (kalingga) yang berlokasi di cho-po (jawa). Raja yang terkenalnya adalah Ratu Sima. Berita Tiongkok hanya menyebabkan kerajaan ini memiliki hasil bumi yang sangat laku diperdagangkan, seperti emas, perak, cula badak, dan gading gajah. Sepeninggal Sima, kalingga terbagi dua, yaitu kalingga utara (dikenal dengan nama bumi mataram) di bawah Sanaha (cucu ratu sima) dan kalingga selatan (bumi sambara) dibawah dewasinga.
7. Kerajaan Mataram
Kerajaan mataram (Mataram kuno atau Mataram Hindu atau Kerajaan Medang periode Jawa Tengah) adalah kelanjutan dari kerajaan kalingga di Jawa Tengah sekitar abad VIII. Lokasinya berada di pedalaman Jawa Tengah, di sekitar daerah yang banyak dialiri sungai Progo, Bogowonto, dan Bengawan Solo. Nama-nama rajanya diantaranya Sanjaya, Rakai Penangkaran, Dharanindra, Samaragrawira, dan Rakai Pikatan.
Ada dua dinasti (wangsa) yang berkuasa di Mataram, yaitu Dinasti Syailendra dan Sanjaya. Berdasarkan Prasasti Canggal (732 M) dan Prasasti Mantyasih, pendiri dinasti Sanjaya, anak dari Sannaha, cucu Ratu Sima dari kerajaan kalingga dan Sena/Sanna/Bratasenawa, raja ketiga galuh. Pengganti Sanjaya adalah Rakai Panagkaran. Kuat dugaan pada masa pemerintahannya, Dinasti Syailendra (buddha) dari kerajaan sriwijaya menguasai mataram. Sepeninggal Raja Samaragrawira, terjadi konflik antara Pramodawardhani-Rakai Pikatan dan Balaputradewa. Mataram kemudian dikuasai Rakai Pikatan (dinasti Sanjaya). Di bawah pemerintahannya, kekuasaan mataram meluas sampai meliputi seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Beberapa peninggalan Kerajaan Mataram:
- Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.
- Pembangunan candi ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi buddha Borobudur dan candi Sewu.
- Pada pertengahan abad VIII, Jawa Tengah berada dibawah kekuasaan raja-raja Dinasti Syailendra yang merupakan penganut buddha.
- Mereka membangun berbagai monument buddha di Jawa, seperti Candi Borobudur. Monumen ini selesai dibangun awal abad IX.
- Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.
Berdasarkan salah satu prasasti yang ditemukan di situs Ratu Boko merupakan Kawasan peninggalan sejarah yang bercorak hindu dan buddha yang dibangun sekitar abad VIII-IX M.
Unsur hindu dapat ditunjukkan diantaranya melalui yoni, tiga miniatur candi, arca Ganesa, dan durga, sedangkan unsur buddha terlihat dari adanya temuan arca buddha, reruntuhan stupa, dan stupika.
8. Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan bercorak hindu ini merupakan kelanjutan dari mataram. Pada abad ke X, kerajaan ini dipindahkan oleh Mpu Sindok ke Jawa Timur. Menurut para ahli, pemindahan (medang) ke Jawa Timur disebabkan terjadinya letusan Gunung Merapi. Faktor lain adalah adanya konflik perebutan tahta dalam istana. Ibukota kerajaan medang, yakni Watugaluh, sekarang sebuah desa didekat Jombang di tepi aliran sungai Brantas.
Mpu Sindok adalah pendiri dinasti baru Bernama Dinasti Isyana. Ia naik tahta pada tahun 929 M. Penguasa medang setelah Mpu Sindok adalah (berturut-turut), yaitu Sri Isyanatunggawijaya, Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa (punya saudari Bernama Mahendradatta), dan Airlangga. Airlangga dinobatkan sebagai raja oleh para pendeta pad tahun 1019 M dan membangun pusat kerajaan di Kahuripan, Sidoarjo. Sejak tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan da pengaruhnya. Pada tahun 1037, semua wilayah kerajaan Medang tunduk kepada Airlangga. Selama masa pemerintahannya, karya-karya sastra berkembang, contohnya kitab Arjunawiwaha yang ditulis Mpu Kanwa pada 1035 M.
Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya: Kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan. Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya: kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan dengan ibu kota kahuripan, dan kerajaan Panjalu atau kediri kepada Sri Samarawijaya dengan ibu kota di Daha.
9. Kerajaan Kediri
Kerajaan kediri adalah kerajaan agraris dengan raja pertama Sri Samarawijaya, yang kemudian digantikan oleh (secara berturut-turut) Sri Jayawarsa dan Bameswara. Kerajaan kediri mencapai puncak kejayaan pada masa jayabaya. Ia berhasil menguasai jenggala yang membuat kediri menjadi satu-satunya kerajaan yang berdiri di Jawa Timur pada masa tersebut. Ia terkenal dengan ramalan-ramalannya yang kemudian dibukukan dengan judul rangka jayabhaya. Sesudah jayabhaya, ada seorang raja yang cukup terkenal, raja Kameshwara (1182) karena pada masa pemerintahannya karya sastra jawa berkembang pesat. Pada 1185, Kameshwara digantikan oleh Kertajaya (Prabu Dandang Gendis). Pada masa pemerintahannya, situasi kediri penuh ketidakstabilan. Kertajaya berselisih dengan para brahmana karena ia ingin disembah oleh para pendeta, baik hindu dan buddha (kaum brahmana). Para pendeta kemudian bersekutu dengan seorang akuwu (bupati) dari Tumapel (bagian dari kediri) Bernama Ken Arok. Ken Arok mengalahkan kertajaya dalam pertempuran di Ganter (1222). Meninggalnya kertajaya dalam pertempuran terssebut menandai berakhirnya kekuasaan Dinasti Isana di Jawa Timur.
10. Kerajaan Singasari
Kerajaan singasari (bercorak hindu) didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaannya diperkirakan berada di daerah Singasari, Malang. Nama resmi kerajaan singasari adalah Tumapel. Ibu kota kerajaan Tumapel Bernama Kutaraja. Nama-nama rajanya diantaranya Ken Arok, Tohjaya, Ranggawuni, dan Kertanegara.
Raja pertama kerajaan Singasari adalah Ken Arok (memerintah 1222-1227). Sebelum berkuasa, ia adalah seorang akuwu setelah membunuh akuwu sebelumnya, Tunggul Ametung, dengan keris buatan Empu Gandring. Bahkan ia memperistri istri tunggul Ametung, Ken Dedes. Ia menjadi raja setelah memenangkan pertempuran melawan kertajaya (raja kediri). Ia membangun kerajaan singasari dan dianggap sebagai pendiri dinasti baru, Dinasti Girindra. Setelah itu, situasi politik pemerintahan kerajaan singasari diwarnai konflik perebutan kekuasaan. Hal ini terjadi diperkirakan karena kutukan Empu Gandring. Pada masa pemerintahan raja kertanegara, ia bercita-cita meluaskan kekuasaannya ke seluruh Nusantara. Untuk itu, ia mengeluarkan kebijakan Ekspedisi Pamalayu. Kertanegara kemudian tewas oleh Jayakatwang. Jayakatwang lalu menjadi raja dan memindahkan pusat kerajaan ke kediri. Dengan meninggalnya kertanegara, berakhir pulalah kerajaan singasari.
11. Kerajaan Majapahit
Tanggal berdirinya kerajaan majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya, yaitu 10 November 1293. Pusat kerajaan majapahit diperkirakan di daerah Trowulan sekarang, 10 km sebelah barat daya kota Mojokerto, Jawa Timur. Nama-nama rajanya diantaranya Raden Wijaya, Jayanegara, Tribhuwana Tunggadewi, dan Hayam Wuruk. Terdapat pejabat pemerintahan dan pejabat keagamaan. Wilayah kerajaan majapahit terbagi menjadi tiga yaitu:
1. Negara Agung
2. Mancanegara
3. Nusantara
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, karya sastra mengalami kemajuan pesat. Pada tahun 1365, ditulis kitab Nagarakertagama oleh Mpu Prapanca, Sutasoma dan Arjunawijaya oleh Mpu Tantular.
Frasa “Bhinneka Tunggal Ika” berasal dari masa Majapahit, tepatnya dari kakawin sutasoma. Kehidupan masyarakatnya Bertani, komoditas utamanya adalah lada dan garam. Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai. Pada masa pemerintahannya Raden Wijaya, sebuah perubahan moneter penting terjadi: keeping uang dalam negeri diganti dengan uang “kepeng” yaitu keping uang tembaga impor dari Tiongkok.
Kerajaan majapahit mempunyai mahapatih, yakni Gajah Mada. Pada saat pengangkatannya tahun 1336 M, ia mengucapkan Sumpah Palapa. Berkat bantuan gajah mada, hayam wuruk membuat majapati mencapai puncak kejayaan. Pada tahun 1389, hayang wuruk wafat, kekuasaan majapahit berangsur-angsur melemah. Kerajaan majapahit runtuh salah satunya penyebabnya karena serangan dari kerajaan Islam Demak.
12. Kerajaan Bali
Kerajan Bali merupakan kerajaan bercorak hindu yang terletak di Tampang Siring dan Pejeng. Kerajaan Bali ditaklukan oleh Gajah Mada. Sejak itu, kerajaan Bali menjadi wilayah kekuasaan majapahit.
Struktur pemerintahan:
- Keluarga raja memerintah secara turu-temurun (sistem dinasti).
- Badan penasihat raja
- Pegawai pemerintahan, bagian pemerintahan, pemungutan pajak, dan administrasi
Penduduk kerajaan Bali hidup teratur dengan system caturwana atau kasta. Sistem keluarga bali mengenal pemberian nama. Mata pencarian penduduknya adalah Bertani.
Semoga Bermanfaat :)

Sebenarnya hingga saat ini, keberadaan mengenai kerajaan ini memang masih menjadi perdebatan para ahli. Dalam naskah wangsakerta, disebutkan seseorang yang Bernama Dewawarman. Pada 132 M, Raja Dewawarman diberitakan telah membangun kompleks candi buddha di Batujaya yang berlanggam hindu. Kerajaan Salakanegara mengalami keruntuhan pada 362 M yang diperkirakan sebagai akibat serangan dari Kerajaan Tarumanegara.
2. Kerajaan Kutai
Kuta (kutai martadipura) merupakan salah satu kerajaan hindu tertua di Indonesia. Berdiri sekitar abad V, kerajaan ini berlokasi di daerah kutai, Kalimantan timur. Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah temuan prasasti yang ditulis diatas tujuh buah yupa (tugu batu). Pusat pemerintahnya diperkirakan di hulu Sungai Mahakam.
Nama-nama rajanya adalah Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman.
Raja Mulawarman melakukan upacara pengurbanan dan memberikan hadiah atau sedekah kepada para brahmana sejumlah 20.000 ekor sapi.
Kerajaan kutai (bercorak hindu) runtuh setelah diserang kutai kartanegara (kerajaan islam).
3. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berdiri sekitar abad IV dan V M. Wilayah kekuasaannya meliputi hamper seluruh Jawa Barat, yaitu membentang dari Banten, Jakarta, Bogor, hingga Cirebon.
Nama-nama rajanya, antara lain Purnawarman dan Sri Maharaja Linggawarman (666-669 M).
- Prasasti Ciaruteun
Cap telapak kaki yang melambangkan Raja Purnawarman sebagai dewa wisnu (dewa pemelihara alam semesta), kerajaan tarumanegara telah menerapkan konsep dewa raja: raja yang memerintah disamakan dengan dewa wisnu.
- Prasasti Kebon Kopi
Gambar telapak kaki gajah, yang disamakan dengan gajah Airawata, atau gajah kendaraan dewa wisnu.
- Prasasti Tugu
Prasasti tugu menyebutkan tentang pembangunan saluran air yang panjangnya 6.112 tombak (setara dengan 11km) diberi nama Gomati.
4. Kerajaan Pajajaran (Sunda)
Kerajaan sunda atau pajajaran eksis dari abad VII-XVI. Wilayah kekuasaannya meliputi provinsi Banten, Jakarta, Jawa barat, dan Sebagian Jawa Tengah sekarang.
Kerajaan sunda bercorak hindu dan buddha. Memiliki dua Kawasan Pelabuhan utama di Sunda Kalapa dan Banten.
Nama-nama rajanya antara lain:
- Tarusbawa
- Sanjaya
- Maharaja Niskala Wastukencana Prabu Ratu Dewata
Kerajaan sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 669 M. Tarusbawa merupakan menantu dari Sri Maharaja Linggawarman. Kerajaan sunda dan kerajaan galuh, kedua kerajaan ini kemudian dipersatukan oleh Sanjaya. Kerajaan ini kemudian menjadi kerajaan sunda.
Prasasti Sang Hyang Tapak
Dalam prasasti Sang Hyang Tapak, disebutkan seorang raja Bernama Maharaja Sri Jayabhupati dan berkuasa di Prahajyan sunda.
Raja Jayabhupati digantikan oleh Rahyang Niskala Wastukencana atau Raja Sri Baduga Maharaja, yang terlibat dalam perang Bubat pada 1357.
Pada tahun 1579, Maulana Yusuf dari kerajaan Banten menyerang kerajaan sunda yang ketika itu dipimpin Prabu Ratu Dewata (memerintah 1535-1543). Serangan itu kebanyakan runtuhnya kerajaan sunda.
5. Kerajaan Sriwijaya
Daerah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, dan pesisir Kalimantan.
Berdasarkan temuan sumber tertulis serta berita Tiongkok dan Arab, Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berdiri sekitar abad VII.
Berdasarkan laporan I Tsing, seorang pendeta Tiongkok, melaporkan Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama buddha. Kerajaan ini mencapai zaman keemas an dibawah Raja Balaputradewa yang berkuasa sekitar pertengahan abad IX.
Dalam prasasti kedudukan bukit (berangka tahun 605 saka atau 688 M), dapat diinterpretasikan bahwa kerajaan sriwijaya bukan berpusat di Palembang, melainkan di Muara Takus (Riau). Pernyataan ini didukung temuan arkeologis berupa stupa di Muara Takus (kabupaten Kampar, Riau). Masyarakat Sriwijaya Sebagian besar hidup dari perdagangan dan pelayaran (bercorak Maritim). Pada akhir abad IX, kerajaan sriwijaya berhasil menguasai Sebagian jalur perdagangan di Asia Tenggara, seperti Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Karitama, dan tanah genting kra (wilayah Thailand dan Myanmar)
Beberapa peninggalan kerajaan sriwijaya:
- Arca buddha langgam amarawati
- Prasasti Telaga Batu
- Prasasti Talang Tuo
Sriwijaya mengalami kemunduran sekitar abad XII, antara lain disebabkan:
- Serangan kerajaan medang kamulan, Jawa Timur, dibawah Raja Dharmawangsa pada 990 M.
- Serangan kerajaan Colamandala dari India pada 1023 M dan 1030 M. Terdesak oleh kerajaan Thailand yang mengembangkan kekuasaannya sampai semenanjung Malaya.
- Serangan Majapahit pada 1477 M dan berhasil menaklukan sriwijaya.
6. Kerajaan Kalingga
Kalingga adalah kerajaan bercorak buddha di Jawa Tengah yang berdiri sekitar abad VII. I Tsing yang menyebutkan ada kerajaaan dengan nama Ho-ling (kalingga) yang berlokasi di cho-po (jawa). Raja yang terkenalnya adalah Ratu Sima. Berita Tiongkok hanya menyebabkan kerajaan ini memiliki hasil bumi yang sangat laku diperdagangkan, seperti emas, perak, cula badak, dan gading gajah. Sepeninggal Sima, kalingga terbagi dua, yaitu kalingga utara (dikenal dengan nama bumi mataram) di bawah Sanaha (cucu ratu sima) dan kalingga selatan (bumi sambara) dibawah dewasinga.
7. Kerajaan Mataram
Kerajaan mataram (Mataram kuno atau Mataram Hindu atau Kerajaan Medang periode Jawa Tengah) adalah kelanjutan dari kerajaan kalingga di Jawa Tengah sekitar abad VIII. Lokasinya berada di pedalaman Jawa Tengah, di sekitar daerah yang banyak dialiri sungai Progo, Bogowonto, dan Bengawan Solo. Nama-nama rajanya diantaranya Sanjaya, Rakai Penangkaran, Dharanindra, Samaragrawira, dan Rakai Pikatan.
Ada dua dinasti (wangsa) yang berkuasa di Mataram, yaitu Dinasti Syailendra dan Sanjaya. Berdasarkan Prasasti Canggal (732 M) dan Prasasti Mantyasih, pendiri dinasti Sanjaya, anak dari Sannaha, cucu Ratu Sima dari kerajaan kalingga dan Sena/Sanna/Bratasenawa, raja ketiga galuh. Pengganti Sanjaya adalah Rakai Panagkaran. Kuat dugaan pada masa pemerintahannya, Dinasti Syailendra (buddha) dari kerajaan sriwijaya menguasai mataram. Sepeninggal Raja Samaragrawira, terjadi konflik antara Pramodawardhani-Rakai Pikatan dan Balaputradewa. Mataram kemudian dikuasai Rakai Pikatan (dinasti Sanjaya). Di bawah pemerintahannya, kekuasaan mataram meluas sampai meliputi seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Beberapa peninggalan Kerajaan Mataram:
- Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.
- Pembangunan candi ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi buddha Borobudur dan candi Sewu.
- Pada pertengahan abad VIII, Jawa Tengah berada dibawah kekuasaan raja-raja Dinasti Syailendra yang merupakan penganut buddha.
- Mereka membangun berbagai monument buddha di Jawa, seperti Candi Borobudur. Monumen ini selesai dibangun awal abad IX.
- Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.
Berdasarkan salah satu prasasti yang ditemukan di situs Ratu Boko merupakan Kawasan peninggalan sejarah yang bercorak hindu dan buddha yang dibangun sekitar abad VIII-IX M.
Unsur hindu dapat ditunjukkan diantaranya melalui yoni, tiga miniatur candi, arca Ganesa, dan durga, sedangkan unsur buddha terlihat dari adanya temuan arca buddha, reruntuhan stupa, dan stupika.
8. Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan bercorak hindu ini merupakan kelanjutan dari mataram. Pada abad ke X, kerajaan ini dipindahkan oleh Mpu Sindok ke Jawa Timur. Menurut para ahli, pemindahan (medang) ke Jawa Timur disebabkan terjadinya letusan Gunung Merapi. Faktor lain adalah adanya konflik perebutan tahta dalam istana. Ibukota kerajaan medang, yakni Watugaluh, sekarang sebuah desa didekat Jombang di tepi aliran sungai Brantas.
Mpu Sindok adalah pendiri dinasti baru Bernama Dinasti Isyana. Ia naik tahta pada tahun 929 M. Penguasa medang setelah Mpu Sindok adalah (berturut-turut), yaitu Sri Isyanatunggawijaya, Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa (punya saudari Bernama Mahendradatta), dan Airlangga. Airlangga dinobatkan sebagai raja oleh para pendeta pad tahun 1019 M dan membangun pusat kerajaan di Kahuripan, Sidoarjo. Sejak tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan da pengaruhnya. Pada tahun 1037, semua wilayah kerajaan Medang tunduk kepada Airlangga. Selama masa pemerintahannya, karya-karya sastra berkembang, contohnya kitab Arjunawiwaha yang ditulis Mpu Kanwa pada 1035 M.
Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya: Kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan. Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya: kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan dengan ibu kota kahuripan, dan kerajaan Panjalu atau kediri kepada Sri Samarawijaya dengan ibu kota di Daha.
9. Kerajaan Kediri
Kerajaan kediri adalah kerajaan agraris dengan raja pertama Sri Samarawijaya, yang kemudian digantikan oleh (secara berturut-turut) Sri Jayawarsa dan Bameswara. Kerajaan kediri mencapai puncak kejayaan pada masa jayabaya. Ia berhasil menguasai jenggala yang membuat kediri menjadi satu-satunya kerajaan yang berdiri di Jawa Timur pada masa tersebut. Ia terkenal dengan ramalan-ramalannya yang kemudian dibukukan dengan judul rangka jayabhaya. Sesudah jayabhaya, ada seorang raja yang cukup terkenal, raja Kameshwara (1182) karena pada masa pemerintahannya karya sastra jawa berkembang pesat. Pada 1185, Kameshwara digantikan oleh Kertajaya (Prabu Dandang Gendis). Pada masa pemerintahannya, situasi kediri penuh ketidakstabilan. Kertajaya berselisih dengan para brahmana karena ia ingin disembah oleh para pendeta, baik hindu dan buddha (kaum brahmana). Para pendeta kemudian bersekutu dengan seorang akuwu (bupati) dari Tumapel (bagian dari kediri) Bernama Ken Arok. Ken Arok mengalahkan kertajaya dalam pertempuran di Ganter (1222). Meninggalnya kertajaya dalam pertempuran terssebut menandai berakhirnya kekuasaan Dinasti Isana di Jawa Timur.
10. Kerajaan Singasari
Kerajaan singasari (bercorak hindu) didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaannya diperkirakan berada di daerah Singasari, Malang. Nama resmi kerajaan singasari adalah Tumapel. Ibu kota kerajaan Tumapel Bernama Kutaraja. Nama-nama rajanya diantaranya Ken Arok, Tohjaya, Ranggawuni, dan Kertanegara.
Raja pertama kerajaan Singasari adalah Ken Arok (memerintah 1222-1227). Sebelum berkuasa, ia adalah seorang akuwu setelah membunuh akuwu sebelumnya, Tunggul Ametung, dengan keris buatan Empu Gandring. Bahkan ia memperistri istri tunggul Ametung, Ken Dedes. Ia menjadi raja setelah memenangkan pertempuran melawan kertajaya (raja kediri). Ia membangun kerajaan singasari dan dianggap sebagai pendiri dinasti baru, Dinasti Girindra. Setelah itu, situasi politik pemerintahan kerajaan singasari diwarnai konflik perebutan kekuasaan. Hal ini terjadi diperkirakan karena kutukan Empu Gandring. Pada masa pemerintahan raja kertanegara, ia bercita-cita meluaskan kekuasaannya ke seluruh Nusantara. Untuk itu, ia mengeluarkan kebijakan Ekspedisi Pamalayu. Kertanegara kemudian tewas oleh Jayakatwang. Jayakatwang lalu menjadi raja dan memindahkan pusat kerajaan ke kediri. Dengan meninggalnya kertanegara, berakhir pulalah kerajaan singasari.
11. Kerajaan Majapahit
Tanggal berdirinya kerajaan majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya, yaitu 10 November 1293. Pusat kerajaan majapahit diperkirakan di daerah Trowulan sekarang, 10 km sebelah barat daya kota Mojokerto, Jawa Timur. Nama-nama rajanya diantaranya Raden Wijaya, Jayanegara, Tribhuwana Tunggadewi, dan Hayam Wuruk. Terdapat pejabat pemerintahan dan pejabat keagamaan. Wilayah kerajaan majapahit terbagi menjadi tiga yaitu:
1. Negara Agung
2. Mancanegara
3. Nusantara
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, karya sastra mengalami kemajuan pesat. Pada tahun 1365, ditulis kitab Nagarakertagama oleh Mpu Prapanca, Sutasoma dan Arjunawijaya oleh Mpu Tantular.
Frasa “Bhinneka Tunggal Ika” berasal dari masa Majapahit, tepatnya dari kakawin sutasoma. Kehidupan masyarakatnya Bertani, komoditas utamanya adalah lada dan garam. Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai. Pada masa pemerintahannya Raden Wijaya, sebuah perubahan moneter penting terjadi: keeping uang dalam negeri diganti dengan uang “kepeng” yaitu keping uang tembaga impor dari Tiongkok.
Kerajaan majapahit mempunyai mahapatih, yakni Gajah Mada. Pada saat pengangkatannya tahun 1336 M, ia mengucapkan Sumpah Palapa. Berkat bantuan gajah mada, hayam wuruk membuat majapati mencapai puncak kejayaan. Pada tahun 1389, hayang wuruk wafat, kekuasaan majapahit berangsur-angsur melemah. Kerajaan majapahit runtuh salah satunya penyebabnya karena serangan dari kerajaan Islam Demak.
12. Kerajaan Bali
Kerajan Bali merupakan kerajaan bercorak hindu yang terletak di Tampang Siring dan Pejeng. Kerajaan Bali ditaklukan oleh Gajah Mada. Sejak itu, kerajaan Bali menjadi wilayah kekuasaan majapahit.
Struktur pemerintahan:
- Keluarga raja memerintah secara turu-temurun (sistem dinasti).
- Badan penasihat raja
- Pegawai pemerintahan, bagian pemerintahan, pemungutan pajak, dan administrasi
Penduduk kerajaan Bali hidup teratur dengan system caturwana atau kasta. Sistem keluarga bali mengenal pemberian nama. Mata pencarian penduduknya adalah Bertani.
Semoga Bermanfaat :)
Post a Comment for " KERAJAAN - KERAJAAN HINDU DAN BUDDHA DI INDONESIA"