Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TERBENTUKNYA JALUR PERDAGANGAN DAN BUDAYA MARITIM NUSANTARA

Hallo, Sobat Baca

1. Pengertian dan Budaya Maritim
Kata Maritim berasal dari bahasa latin, yaitu maritimus/mare yang artinya “laut”. Dalam Oxford Advanced Learner’s for Dictionaries, kata maritime diartikan sebagai ‘connesting to sea or ships; (formal) near the sea’ artinya ‘yang menghubungkan laut atau dekat dengan laut’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maritim memiliki arti ‘berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut’.

“Lautan di sekitar dan diantara pulau-pulau Indonesia tidak pernah menjadi penghalang, bahkan menjadi faktor pemersatu”.

Relief di dinding candi Borobudur yang menggambarkan bentuk kapal yang berbeda, yaitu relief perahu lesung, kapal besar bercadik, dan kapal besar tanpa cadik memperkuat pembuktian tentang kita sebagai bangsa bahari. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kuno memang telah memiliki kemampuan membuat kapal.

2. Peran Selat Malaka dalam Jaringan Perdagangan Kerajaan Hindu-Buddha Nusantara
Kepulauan Nusantara terletak dalam jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan “internasional” zaman kuno, yaitu India dan Tiongkok. Selat Malaka menjadi gerbang utama yang menghubungkan pedagang-pedagang Tiongkok dan India yang berlayar melalui bandar-bandar penting disekitar wilayah tersebut. Komoditas penting yang diperdagangkan ketika itu adalah rempah-rempah, seperti kayu manis, cengkih, dan pala.

Semoga Bermanfaat :)

Post a Comment for "TERBENTUKNYA JALUR PERDAGANGAN DAN BUDAYA MARITIM NUSANTARA"