Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CORAK KEHIDUPAN MANUSIA ZAMAN PRAAKSARA

Hallo, Sobat Baca
Berdasarkan corak kehidupannya, periodisasi masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yakni masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Berdasarkan hasil-hasil kebudayaannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan: Paleolitikum
Berlangsung kurang lebih 600.000 tahun lalu. Manusia purba jenis Meganthropus, Pithecanthropus, dan Homo Sapiens. Hidup nomaden dan berkelompok dengan jumlah 10-15 orang dan telah mengenal konsep primus interpares. Benda hasil kebudayaannya berupa alat batu yang masih kasar. Benda-benda hasil kebudayaannya dibagi menjadi dua kebudayaan, yakni Ngandong dan Pacitan.

2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan: Mesolitikum
Berlangsung kira-kira 10.000-2.500 tahun lalu. Benda hasil kebudayaannya berupa batu yang di salah satu sisinya dihaluskan. Manusia yang hidup, yakni ras Australomelanesoid dan ras Mongoloid. Menghasilkan sampah dapur (kjokkenmoddinger). Dikenal dengan peradaban abris sous roche dan semisedenter. Mengenal cara bercocok tanam dengan Teknik slash and burn.

Masa Bercocok Tanam
Pada masa ini, Nusantara kedatangan bangsa Proto-Melayu yang berasal dari Yunnan, wilayah Tiongkok bagian selatan. Mereka membawa tradisi bercocok tanam dan kebudayaan baru yang disebut budaya Neolitik (batu muda).

Masa Megalitikum
Zaman Megalitikum atau batu besar berbeda dengan masa batu lainnya karena tidak dapat dimasukkan dalam kelompok periodisasi praaksara Indonesia. Istilah megalit berasal dari kata mega yang berarti “besar” dan lithos yang berarti “batu”. Ciri khas masa ini adalah adanya benda kebudayaan berbentuk batu-batu besar yang dibangun dengan tujuan tertentu.

Zaman Megalitikum
• Menhir, Tugu batu tempat pemujaan kepada roh nenek moyang.
• Punden Berundak, Bangunan tempat pemujaan kepada roh nenek moyang, dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat.
• Sarkofogus, Tempat untuk menyimpan jenazah yang umumnya dibuat dari batu.
• Dolmen, Meja batu tempat meletakkan sesaji
• Waruga, Kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian
• Arca Batu, Pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Masa Neolitikum
• Berlangsung sekitar 1500 SM
• Mengenal sistem barter
• Benda hasil kebudayaan berupa alat batu sudah mulai dihaluskan pada kedua sisi
• Menetap di desa-desa kecil dalam komunitas petani
• Bangsa Melayu Proto-Melayu (Melayu Tua).

Barang-barang Obsidian
• Gerabah
• Perhiasan
• Kapak Lonjong
• Mata Panah
• Beliung Persegi

Masa Perundagian
Pada masa ini, Nusantara kedatangan bangsa Deutro-Melayu, bangsa yang terampil membuat alat-alat dari logam. Bukti-bukti tertua temuan artefak besi dan perunggu di Indonesia terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan, yakni 500 SM. Artefak besi antara lain ditemukan di dalam kubur batu Wonosari (Yogyakarta), Besuki dan punung (jawa timur). Masa perunggu di Indonesia ditandai dengan penemuan nekara, kapak corong, arca, perhiasan, dan senjata. Nekara dapat dibedakan menjadi dua tipe, yakni tipe Heger dan tipe Pejeng. Perbedaan Nekara:

Heger I
Ciri-ciri: Bentuknya tambun dan bagian pukulnya menyatu dengan bagian badan. Selain itu, memiliki ukiran hiasan katak.
Asal: Kebudayaan Dong Son, Vietnam
Fungsi: Memohon keselamatan, menolak bala, meminta hujan, dan mengusir roh-roh jahat.

Pejeng
Ciri-ciri: Berbentuk ramping dengan bidang pukulnya yang menjorok ke arah luar dan bagian bahunya.
Asal: Asli Indonesia (Bali)
Fungsi: Umumnya sebagai sarana upacara, lambang status sosial, dan mas kawin.

Pengaruh kebudayaan Dong Son
Kebudayaan Dong Son terletak di wilayah Lembah Song Hong, Sungai Ma, Teluk Tonkin, Vietnam, dan berkembang pada 1500-500 SM. Puncak dari kebudayaan perunggu dan munculnya artefak dari besi Vietnam. Nekara perunggu didatangkan ke Indonesia setelah 200 SM. Nekara Dong Son termasuk tipe Heger I. Masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur Semenajung Malaya yang dibawa oleh bangsa Austronesia.

Pengaruh kebudayaan Sa Huynh dan Kalanay
Kebudayaan Sa Huynh, kebudayaan gerabah Vietnam yang menyebar hingga ke Indonesia. Berkembang sekitar 600 SM di wilayah Vietnam bagian utara. Ciri kebudayaan Sa Huynh terlihat dari pola gerabah, yakni pola geometri dan pengolesan dengan warna merah dan putih. Kebudayaan Kalanay berkembang di Filipina pada abad V SM dan menyebar ke Indonesia saat masyarakat memasuki tahap perundagian.

Semoga Bermanfaat :)

Post a Comment for "CORAK KEHIDUPAN MANUSIA ZAMAN PRAAKSARA"