Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

NILAI NILAI BUDAYA MASYARAKAT MASA PRAAKSARA YANG MASIH BERTAHAN

Hallo, Sobat Baca
Nilai-nilai Budaya Masyarakat Masa Praaksara yang Masih Bertahan
Seiring berkembangnya kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa, masyarakat praaksara mewariskan nilai-nilai dan pandangan hidup melalui cara lisan. Ada dua cara menyampaikannya, yaitu secara:
1. Langsung , melalui nasihat-nasihat dan petuah-petuah
2. Tidak Langsung, melalui contoh hidup dan folklor (mitos, legenda, dongeng, upacara, nyanyian rakyat, dan lain-lain).

Tradisi, Tradisi Lisan, dan Folklor
Tradisi juga dipahami sebagai suatu adat kebiasaan yang dipertahankan turun-temurun dan masih dihayati oleh masyarakat pendukungnya. Karena penyampaiannya dilakukan secara lisan, kemudian dikenal istilah tradisi lisan. Folklor adalah bagian dari kebudayaan suatu masyarakat yang tersebar dan bersifat tradisional yang diwariskan secara lisan dan turun-temurun.

Ciri-ciri Folklor
• Bersifat tradisional
• Anonym, tidak diketahui pengarangnya
• Pralogis, terdapat unsur mistis
• Lugu dan polos, ceritanya tanpa sensor
• Berkembang dalam versi yang berbeda-beda
• Menggunakan kata-kata klise
• Bermanfaat dalam kehidupan masyarakat
• Milik Bersama masyarakat tertentu

Jenis-jenis Folklor
• Mitos
• Legenda
• Dongeng
• Nyangian rakyat
• Upacara

Tradisi lisan yang masih lestari
• Wayang
• Wayang Beber
• Mak Yong
• Didong
• Rabab Pariaman
• Tanggomo

Semoga Bermanfaat :)

Post a Comment for "NILAI NILAI BUDAYA MASYARAKAT MASA PRAAKSARA YANG MASIH BERTAHAN"