Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KESULTANAN BERCORAK ISLAM DI INDONESIA

Hallo, Sobat Baca

C. Kesultanan Kesultanan Bercorak Islam di Indonesia
• Kesultanan Samudra Pasai
Samudra Pasai atau Samudra Darussalam adalah kerajaan pertama di Nusantara yang menganut agama islam. Letaknya di partai Utara Sumatra 9 (Aceh), dekat Perlak (Malaysia). Kesultanan ini didirikan oleh Meurah Silu yang bergelar Sultan Malik al-saleh sekitar tahun 1267. Kesultanan ini mencapai masa keemasan pada masa Mahmud Az-zahir (memerintah pada 1326-1345). Aktivitas perdagangan di pasai berkembang pesat. Pasai menjelma menjadi pusat perdagangan internasional. Kesultanan ini runtuh setelah ditaklukan bangsa Portugis tahun 1521. Pada 1524, wilayah pasai menjadi bagian dari kesultanan Aceh.

• Kesultanan Aceh (1507-1903)
Letaknya di Aceh Rayeuk (sekarang Aceh Besar), didirikan oleh Ali Mughayat Syah tahun 1496, diatas bekas wilayah Kesultanan Lamuri yang ditaklukan Mughayat Syah. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (bertahta 1607-1636) Aceh mencapai puncak kejayaan dengan wilayah kekuasaan meluas dari Deli sampai ke Semenanjung Malaya. Sepeninggal Iskandar Tsani, Aceh mengalami kemunduran. Faktor utamanya adalah makin menguatnya kekuasaan Belanda di Pulau Sumatra dan Selat Malaka (ditandai jatuhnya Minangkabau, Siak, Tapanuli dan Mandailing, Deli, serta Bengkulu ke tangan Belanda).

• Kesultanan Demak (1500-1568)
Didirikan oleh Raden Patah di Bintara, pesisir Utara Jawa Tengah.
Beberapa raja Demak:
1. Raden Patah (1500-1518)
2. Pati Unus (1518-1521)
3. Sultan Trenggono (1521-1546)
4. Jaka Tingkir (sultan Hadiwijaya)

Pada masa Sultan Trenggana (memerintah 1521-1546), Demak berkembang pesat. Wilayah kekuasaannya meluas sampai ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Jaka Tingkir (Hadiwijaya) menjadi sultan demak pada 1568, memindahkan ibu kota dari Demak ke Pajang. Sepeninggal Joko Tingkir, terjadi perebutan kekuasaan yang menyebaabkan berakhirnya Kesultanan Demak.

- Masyarakat Demak menjalankan kehidupannya dengan berpedoman pada ajaran agama islam
- Kaum ulama, termasuk wali songo, menempati posisi terhormat, berperan sebagai penasihat raja
- Kerajaan Demak termasuk kerajaan agraris dengan hasil utamanya beras, sekaligus kerajaan maritim karena aktif dalam kegiatan pelayaran perdagangan antardaerah

• Kesultanan Mataram (1586-1755)
Terletak di kotagede, sebelah timur Yogyakarta. Pendirinya adalah Ki Ageng Pemanahan. Di bawah pemerintahan Sultan Agung (1613), mataram mencapai puncak kejayaan. Pada tahun 1615, sultan Agung memulai ekspansinya. Penaklukan baru berakhir pada 1625 setelah hamper seluruh Jawa berada dibawah kekuasaan Mataram (kecuali Banten, Cirebon, Blambangan, dan Batavia). Pada masa pemerintahan Pakubawana III, wilayah Mataram dibagi dua yaitu kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, pada 13 Februari 1755.

Beberapa rajanya:
- Ki Ageng Pemanahan
- Raden Mas Jolang (1601-1613)
- Sultan Agung Hanyokrokusuma
- Sultan Amangkurat I (1645-1677)

Struktur masyarakatnya terdiri atas kelompok:
- Keluarga raja (kaum bangsawan)
- Golongan elite
- Golongan nonelite
- Golongan hamba sahaya

Struktur wilayah kerajaan mataram
- Nagari Ngayogyakarta
- Nagara agung
- Mancanegara

Komoditas perdagangan utama kerajaan mataram adalah beras, gula, kapas, kelapa,dan palawija

Pada 13 Februari 1775, diadakan perjanjian Giyanti (karanganyar, Jawa Tengah). Berakhirlah era mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. Pada 1757, ditandatangani perjanjian salatiga, kesultanan mataram dipecah lagi menjadi tiga, yaitu kesultanan Yogyakarta, kasunanan Surakarta, dan Mangkunegaran. Pada 1813, kesultanan yogyakata dipecah lagi menjadi dua, yaitu kesultanan Yogyakarta dan Pakualaman.

• Kesultanan Banten (1526-1813)
Terletak di Banten Girang, sebelah barat kota serang, Banten.
Beberapa rajanya:
- Maulana Hasanuddin (1552-1557)
- Maulana Yusuf (1570-1580)
- Maulana Muhammad (1580-1596)
- Sultan Abulmafakir Mahmud Abdulkadir (1596-1651)
- Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682)
- Sultan Haji (1671-1686)

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692), Banten mengalami masa kejayaan. Sebagai kesultanan maritim, Banten semakin mengandalkan dan mengembangkan perdagangan. Kesultanan Banten resmi dihapuskan pada 1813 oleh pemerintah colonial Inggris dibawah Thomas Stamford Raffles. Banten sebagai pusat perdagangan internasional, terutama sejak Malaka dikuasai Portugis. Masyarakat Banten terkenal sangat ramah dan terbuka terhadap para pedagang asing. Komoditas ekspor utama Banten adalah lada dan beras. Kaum ulama mempunyai posisi yang sangat penting dalam masyarakat dan pemerintahan. Terjadi konflik internal antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya yang Bernama Sultan Haji. Konflik tersebut terjadi karena intervensi VOC. Sultan Haji menjalin hubungan baik dengan Voc, membuat Sultan Ageng kecewa. Pada Maret 1683, Sultan Ageng tertangkap lau ditahan di Batavia.

• Kesultanan Gowa-Tallo
Pusat pemerintahan kerajaan berada da Makassar.
Beberapa rajanya:
- Tumapa’risi kallona menjadi raja pertama kerajaan Gowa-Tallo
- Raja pertama Gowa-Tallo pertama yang memeluk islam adalah Manga’rangi Daeng Manrabia (1593-1639 M) yang bergelar Sultan Alauddin.

Kerajaan Gowa-Tallo mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669). Perang Makassar (1666-1669) membuat Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian bongaya (18 november 1667). VOC berkuasa penuh atas kerajaan Makassar setelah menghancurkan perlawanan mapasomba. Kaum ulama dan kaum bangsawan memiliki peran penting dalam masyarakat.

Masyarakat Gowa-Tallo mengenal pelapisan sosial, yakni:
- Anakarung/karaeng
- To maradeka
- Ata

Dalam mengatur perdagangan, Gowa-Tallo mempunyai hukum niaga, yaitu Ade Alloping-Loping Bicaranna Pabbahie’e. Barang utama dagangan Gowa Tallo adalah rempah-rempah, cendana, cangkang penyu dan beras.

• Kesultanan Ternate dan Tidore
- Ternate
Terletak di pulau Gapi, kepulauan Maluku.
Beberapa rajanya:
1. Baab Mashur Malamo (1257-1272)
2. Sultan Zainal Abidin (1486-1500)
3. Sultan Baabullah (1570-1538)

Untuk menjaga kepentingan dagangnya, kerajaan Ternate membangun persekutuan yang disebut Uli Lima (persekutuan lima saudara), terdiri atas Bacan, Obi, Seram, Ambon, dan Ternate, dengan Ternate sebagai pemimpinnya. Kerajaan Ternate dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah. Pada 1603, Portugis dan Spanyoll Kembali masuk ke Maluku untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah, Ternate meminta bantuan VOC.

- Tidore
Kerajaan Tidore terletak di Tidore, Maluku Utara, dengan pusat kerajaan berada di daerah Gam Tina. Lokasi ibukota kerajaan kemudian dipindahkan ke Rum Tidore Utara yang diapit Tanjung Mofugogo dan pulau Maitara. Pemimpin kerajaan dipilih berdasarkan usulan dari perwakilan empat marga besar (Folaraha). Kerajaan Tidore menjalin persekutuan Uli Siwa yang terdiri dari Makyan, Jailolo, Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai, dan papua, dengan Tidore sebagai pemimpinnya. Penduduk Tidore adalah penganut islam yang menjalankan ibadahnya. Masyarakat Tidore memiliki Bahasa daerah yang disebut Bahasa Tidore.

Semoga Bermanfaat :)

Post a Comment for "KESULTANAN BERCORAK ISLAM DI INDONESIA"