Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TKA Pertemuan Ke - 6 KONFLIK, INTEGRASI DAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Hallo, Sobat Baca
6.1 Konflik Sosial
6.1.1 Pengertian
Soerjono Soekanto mendefinisikan konflik sebagai proses sosial ketika seseorang atau sekelompok orang berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan disertai ancaman atau kekerasan.

6.1.2 Faktor Penyebab Konflik Sosial
Berikut penjelasan singkat, padat, dan mudah dipahami untuk masing-masing faktor penyebab konflik sosial:
1. Perbedaan individu
Setiap orang memiliki karakter, pendapat, dan keinginan yang berbeda. Perbedaan ini bisa menimbulkan salah paham atau benturan jika tidak saling menghargai.
2. Perbedaan kepentingan antarinidividu/kelompok
Konflik muncul ketika dua pihak memiliki tujuan atau kebutuhan yang bertentangan, misalnya dalam pekerjaan, politik, atau pembagian sumber daya.
3. Perbedaan budaya
Adanya kebiasaan, nilai, atau adat yang berbeda antar kelompok dapat menimbulkan kesalahpahaman dan pertentangan jika tidak ada toleransi.
4. Perubahan sosial yang cepat
Perubahan dalam masyarakat, seperti kemajuan teknologi atau ekonomi, dapat mengguncang tatanan lama sehingga menimbulkan ketegangan antar kelompok yang sulit beradaptasi.

6.1.3 Dampak Terjadinya Konflik Sosial
1. Dampak Negatif
Menimbulkan perpecahan.
Menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana umum.
Menghancurkan harta benda dan menyebabkan korban manusia.
2. Dampak Positif
Munculnya norma baru.
Meningkatkan solidaritas kelompok
Meningkatkan kekuatan pribadi untuk menghadapi berbagai situasi konflik

6.1.4 Proses Sosial dalam Penyelesaian Konflik
Adapun beberapa cara penyelesaian konflik sebagai berikut:
A. Koersi (coercion)
Penyelesaian konflik dengan paksaan, di mana pihak yang kuat memaksa pihak lemah untuk menerima keputusan tanpa sukarela.
B. Kompromi (compromise)
Penyelesaian konflik dengan saling menurunkan tuntutan agar tercapai kesepakatan bersama yang adil bagi kedua pihak.
C. Arbitrase (arbitration)
Penyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga yang dipilih dan diberi wewenang untuk mengambil keputusan yang harus diterima oleh pihak yang berkonflik.
D. Mediasi (mediation)
Penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang bersikap netral sebagai penengah, tetapi tidak memiliki wewenang membuat keputusan.
E. Konsiliasi (conciliation)
Penyelesaian konflik dengan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk memperbaiki hubungan dan mencapai kesepahaman.
F. Stalemate
Kondisi ketika pihak-pihak yang berkonflik memiliki kekuatan seimbang sehingga tidak ada yang menang atau kalah, dan konflik berhenti sementara.
G. Ajudikasi (adjudication)
Penyelesaian konflik melalui jalur hukum atau pengadilan, di mana keputusan dibuat secara resmi oleh hakim atau lembaga peradilan.
H. Segregasi (segregation)
Penyelesaian konflik dengan memisahkan pihak-pihak yang bertikai agar tidak terjadi bentrokan, sehingga masing-masing hidup atau beraktivitas di lingkungan yang berbeda.

6.1.5 Kekerasan Sosial
A. Konsep Kekerasan Sosial
Kekerasan merupakan perilaku sengaja maupun tidak sengaja yang ditujukan untuk merusak orang atau kelompok lain, baik berupa serangan fisik, mental, sosial, maupun ekonomi yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat sehingga berdampak pada kerusakan hingga trauma psikologis bagi korban.

B. Tipe Kekerasan
Tipologi kekerasan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Kekerasan Langsung
Kekerasan yang dilakukan secara nyata dan terlihat, seperti pemukulan, penyerangan, atau perusakan yang menyebabkan luka fisik maupun psikis.
2. Kekerasan Struktural (kekerasan yang melembaga)
Kekerasan yang terjadi karena sistem atau kebijakan yang tidak adil, misalnya ketimpangan ekonomi, diskriminasi, atau penindasan oleh lembaga tertentu.
3. Kekerasan Kultural
Kekerasan yang muncul karena nilai, norma, atau budaya yang membenarkan tindakan tidak adil, seperti pandangan bahwa satu kelompok lebih tinggi dari kelompok lain.

Jika dilihat berdasarkan pelakunya, kekerasan juga dapat digolongkan menjadi dua bentuk, yaitu:
1. Kekerasan Individu
Kekerasan yang dilakukan oleh satu orang terhadap orang lain, biasanya karena emosi, dendam, atau kepentingan pribadi.
2. Kekerasan Kolektif
Kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang, misalnya tawuran antarwarga, kerusuhan massa, atau aksi anarkis.

C. Faktor-faktor Pendorong Terjadinya Tindak Kekerasan
Ada beberapa faktor yang dianggap sebagai pemicu timbulnya kekerasan, yaitu sebagai berikut:
(1) Faktor Individual
Bersumber dari kepribadian atau kondisi seseorang, seperti emosi tidak terkendali, stres, iri hati, dendam, atau keinginan menunjukkan kekuasaan.
(2) Faktor Kelompok
Terjadi karena pengaruh atau tekanan dari kelompok, misalnya solidaritas berlebihan, fanatisme, atau dorongan untuk membela kelompoknya tanpa berpikir rasional.
(3) Faktor Dinamika Kelompok
Muncul akibat interaksi antaranggota kelompok yang tidak sehat, seperti provokasi, persaingan, atau adanya pemimpin yang mendorong tindakan kekerasan.

6.2 Integrasi Sosial
A. Pengertian Integrasi Sosial
Integrasi sosial terjadi ketika unsur-unsur dalam masyarakat saling berhubungan secara intensif di berbagai bidang kehidupan.
B. Bentuk-bentuk Integrasi Sosial
1. Integrasi Normatif
Terjadi karena adanya norma, nilai, atau aturan yang disepakati bersama dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.
2. Integrasi Fungsional
Terbentuk karena adanya kerja sama antarindividu atau kelompok yang saling membutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.
3. Integrasi Koersif
Terjadi karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak yang memiliki kekuasaan agar masyarakat tetap bersatu dan tertib.

6.3 Masyarakat Multikultural
A. Pengertian Masyarakat Multikultural
Masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai masyarakat yang memiliki beraneka ragam kebudayaan.

B. Latar Belakang Terbentuknya Masyarakat Multikultural
Terbentuknya masyarakat multikultural dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Bentuk wilayah dan kenampakan alam Indonesia merupakan negara kepulauan
2. Perbedaan iklim setiap daerah memiliki iklim berbeda-beda
3. Letak geografis

C. Ciri-Ciri Masyarakat Majemuk dan Masyarakat Multikultural
Adapun ciri-ciri masyarakat majemuk sebagai berikut:
Memiliki struktur sosial.
Kurang mengembangkan konsensus di antara anggota terhadap nilai-nilai yang bersifat mendasar.
Relatif sering terjadi konflik antar satu kelompok dengan kelompok lain
Integrasi dapat terjadi meskipun melalui proses paksaan

D. Berbagai Permasalahan Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Ragam permasalahan sosial dalam masyarakat multikultural sebagai berikut:
1. Konflik Sosial
Pertentangan atau benturan antara individu atau kelompok karena perbedaan kepentingan, nilai, atau pandangan.
2. Kesenjangan Sosial
Ketimpangan dalam akses terhadap sumber daya seperti ekonomi, pendidikan, atau kesempatan kerja antara kelompok masyarakat.
3. Stereotip
Penilaian atau pandangan negatif yang berlebihan terhadap kelompok tertentu tanpa mengenal kenyataan sebenarnya.
4. Primordialisme
Sikap yang terlalu mementingkan ikatan asal-usul seperti suku, agama, atau daerah sendiri dibanding kepentingan bersama.
5. Etnosentrisme
Pandangan yang menganggap budaya atau kelompok sendiri lebih baik dan lebih tinggi dari budaya atau kelompok lain.
6. Politik Aliran (Sektarian)
Pembagian kelompok masyarakat berdasarkan perbedaan ideologi, agama, atau pandangan politik yang dapat menimbulkan perpecahan.

E. Pemecahan Masalah sebagai Dampak Keanekaragaman
Upaya mengatasi masalah-masalah sosial dalam masyarakat multikultural sebagai berikut:
1. Mengembangkan Sikap Simpati
Berusaha memahami dan peduli terhadap perasaan atau keadaan orang lain, serta menunjukkan dukungan ketika mereka mengalami kesulitan.
2. Mengembangkan Sikap Empati
Mampu menempatkan diri pada posisi orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan, sehingga muncul keinginan untuk membantu dengan tulus.
3. Mengembangkan Toleransi
Menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan pendapat orang lain agar tercipta kehidupan yang rukun dan damai dalam masyarakat.

6.4 Latihan Soal
1. Penyebab utama timbulnya stratifikasi sosial pada masyarakat adalah
(A) perbedaan kelas-kelas sosial.
(B) perbedaan jabatan formal.
(C) perbedaan sosial secara vertikal.
(D) pemilikan sesuatu yang dianggap bernilai berharga oleh Masyarakat (perbedaan penghargaan)
(E) perbedaan adat istiadat dan budaya.

2. Berikut ini salah satu ciri-ciri yang paling mendasar dari suku bangsa adalah
(A) asal-usul, adat istiadat, dan kesenian.
(B) tipe fisik, jenis kelamin, bahasa, adat istiadat dan kesenian.
(C) bahasa, adat istiadat, dan kesenian.
(D) tipe fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesadaran kolektif.
(E) negara, bahasa, adat istiadat, dan kesenian.

3. Di bawah ini yang merupakan faktor penghambat dalam menjunjung konsep multikultural, kecuali
(A) primordialisme.
(B) etnosentrisme.
(C) komunikasi lintasbudaya.
(D) konflik horiontal.
(E) konflik vertikal.

4. Salah satu kemajemukan di Indonesia adalah kemajemukan di bidang pekerjaan atau profesi. Di dalam masyarakat kota yang heterogen terdapat diferensiasi spesialisasi pekerjaan. Mereka yang sama-sama memiliki pekerjaan yang teriferensiasi dan spesialisasi tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam mendukung kelangsungan hidup di kelompok tersebut. Faktor pendorong terjadinya integrasi sosial dalam deskripsi tersebut adalah
(A) perilaku primordial.
(B) perkembangan ekonomi.
(C) Bhineka Tunggal Ika.
(D) homogenitas kelompok.
(E) efisiensi komunikasi.

5. Furnival membagi masyarakat majemuk dengan pembagian berdasar dominan tidaknya kelompok tertentu di masyarakat. Pembagiannya adalah dibawah ini, kecuali
(A) mayoritas dominan.
(B) minoritas dominan.
(C) fragmentasi
(D) fraternity
(E) kompetisi seimbang.

6. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia membuat negeri ini rentan terhadap konflik horizontal. Oleh karena itu Upaya untuk mendorong proses integrasi sosial, dapat dilakukan dengan
(A) mengembangkan pemahaman budaya kelompok lain.
(B) melaksanakan perkawinan massal antarkelompok.
(C) menghargai kekayaan kelompok lain.
(D) menjaga nilai budaya masyarakat.
(E) mengembangkan semangat berkarya.

7. Untuk menjaga kerukunan hidup antarumat beragama adalah dengan toleransi, yaitu dengan jalan
(A) berkewajiban menyatukan agama yang berbeda-beda di dalam masyarakat.
(B) menaati segala aturan agama dan menjauhi larangan-larangannya.
(C) bertanggung jawab terhadap agama yang dianut oleh anggota keluarganya.
(D) harus menyiarkan ajaran agamanya masing-masing dengan baik.
(E) saling hormat menghormati antarsesama umat beragama.

8. Dalam masyarakat majemuk terdapat banyak kelompok atas dasar kesukuan, keagamaan, maupun kedaerahan sehingga terdapat keanggotaan rangkap dalam berbagai kelompok sosial tersebut: Perbedaan suku bangsa disatukan oleh kesamaan agama, perbedaan agama/suku disatukan oleh kesamaan daerah, dan seterusnya. Secara sosiologis struktur sosial tersebut dapat mempermudah
(A) koordinasi
(B) Integrasi
(C) Konflik
(D) Akomodasi
(E) konsolidasi

9. Secara teori, konflik dapat memperkuat kembali identitas kelompok dan melindunginya agar tidak lebur ke dalam dunia sosial sekelilingnya. Dalam aplikasinya, di Indonesia hal ini dapat dikaitkan dengan lahirnya
(A) Bangsa dan Negara Indonesia karena sudah tepat saatnya untuk lahir.
(B) Bangsa dan Negara Indonesia karena persamaan kondisi geografis.
(C) Bangsa dan Negara Indonesia karena persamaan nasib sebagai bangsa terjajah.
(D) seluruh bangsa-bangsa terjajah.
(E) segala macam bentuk perjuangan bangsa.

10. Masyarakat Indonesia yang majemuk antara lain ditandai dengan beraneka ragam suku bangsa dan agama yang dianut. Masing-masing memiliki kebudayaan dan ritual keagamaan serta kurang komunikasi, sehingga rawan konflik. Komposisi tersebut menunjukan konfigurasi Masyarakat majemuk yaitu
(A) minoritas dominan.
(B) mayoritas dominan.
(C) mayoritas seimbang
(D) kompetisi seimbang
(E) fragmentasi seimbang.

11. Perhatikan contoh konflik sosial:
(1) Pemerintah merelokasi paksa para warga yang tinggal di jalur hijau setelah sebelumnya dihimbau pindah sendiri namun tidak dihiraukan.
(2) Pengusaha perkebunan membayar preman untuk memaksa warga pergi dari lokasi huniannya karena akan digunakan sebagai peluasan kebun.
(3) Pemerintah daerah merelokasi para pedagang yang berjualan di trotoar jalan ke pasar yang telah disediakan.
Pemecahan masalah konflik sosial di atas menggunakan cara koersi, karena
(A) pihak yang lemah tidak mampu menghadapi kekuasaan pihak yang lebih kuat.
(B) semua pihak yang berkonflik karena tidak ada yang mau mengurangi tuntutan.
(C) masing-masing pihak yang berkonflik bisa mengambil kesepakatan bersama.
(D) pihak yang berkonflik menunjuk pihak ketiga dalam memecahkan masalah.
(E) menempuh jalur hukum ketika cara lain sudah tidak efektif dilakukan.

12. Penyelesaian konflik dilaksanakan oleh kedua belah pihak yang terlibat atas dasar pentingnya penyelesaian konflik dilakukan. Mereka kemudian secara bersama-sama menunjuk kepada pihak ketiga sebagai pembuat keputusan (wasit) untuk menyelesaikan konflik. Penyelesaian konflik tersebut berbentuk
(A) arbitrasi.
(B) mediasi.
(C) konsultasi.
(D) mediasi.
(E) konsiliasi

13. Sarimukti.sideka.id – Program Jumat Bersih akan terus digalakkan di setiap wilayah Desa Sarimukti. Hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian masyarakat akan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Kepala Desa Sarimukti, MR.YONO, S.H. menegaskan bahwa Program Jumat Bersih ini merupakan implementasi dari program pemerintah dalam rangka mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh masyarakat, RT, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna, dan PKK. Termasuk juga dari pemerintah desanya yang dengan penuh kesadaran ikut berpartisipasi dalam kegiatan di setiap Jumat Bersih. Kepala Desa menyampaikan, kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan hal yang utama. “Menjaga kebersihan itu sangat penting, terutama dalam menjaga kesehatan lingkungan sekitar. Selain itu, saya berharap agar masyarakat juga dapat berpartisipasi untuk menjaga kebersihan bersama,” imbuhnya. (Pandu Desa).
Integrasi yang terjadi masyarakat berdasarkan cerita tersebut termasuk
(A) fungsional.
(B) budaya.
(C) normatif.
(D) geografis.
(E) koersif.

14. Berikut ini yang termasuk faktor penghambat integrasi sosial adalah
(A) kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
(B) adanya intoleransi terhadap kebudayaan yang berbeda.
(C) adanya perkawinan campur.
(D) adanya sikap yang terbuka dengan golongan yang berbeda.
(E) menerima perbedaan.

15. Integrasi memiliki berbagai macam bentuk. Ada integrasi yang diakibatkan oleh sesuatu yang berlaku dalam masyarakat, misalnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dapat mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia walau latar belakang berbeda-beda. Kata sesuatu pada kalimat di atas maksudnya adalah
(A) norma-norma yang berlaku di masyarakat.
(B) integrasi yang terjadi akibat pelaksanaan norma.
(C) nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
(D) penyatuan dua kelompok yang berbeda norma.
(E) penghormatan.

16. Untuk menjaga kerukunan hidup antarumat beragama adalah dengan toleransi, yaitu dengan jalan
(A) berkewajiban menyatukan agama yang berbeda-beda di dalam masyarakat.
(B) menaati segala aturan agama dan menjauhi larangan-larangannya.
(C) bertanggung jawab terhadap agama yang dianut oleh anggota keluarganya.
(D) harus menyiarkan ajaran agamanya masing-masing dengan baik.
(E) saling hormat menghormati antar sesama umat beragama.

17. Di bawah ini yang bukan merupakan faktor penghambat dalam menjunjung konsep multikultural adalah
(A) munculnya pandangan yang paternalistis
(B) adanya pertentangan antara budaya barat dan timur.
(C) adanya anggapan bahwa budaya sendiri adalah yang paling baik
(D) adanya pandangan positif dari penduduk asli terhadap orang asing
(E) munculnya pandangan bahwa pluralisme budaya adalah sesuatu yang eksotik

18. Integrasi sosial dalam masyarakat dapat terwujud jika
(A) politik aliran berkembang subur dengan semangat dominasi.
(B) penguasa memperhatikan golongan domnan sebagai pengendali.
(C) pengendalian prasangka buruk terhadap individu atau golongan tertentu.
(D) penguasa mampu mengendalikan prasangka dan dominasi.
(E) adanya dominasi tanpa paksaan dan etnosentrisme.

19. Ketika ada beberapa pihak yang dianggap melemahkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), masyarakat dari berbagai kalangan melakukan demonstrasi untuk “menyelamatkan KPK”. Mereka memiliki tujuan yang sama agar KPK tetap mempertahankan fungsinya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Integrasi seperti ini termasuk integrasi
(A) geografis.
(B) koersif.
(C) normatif.
(D) budaya.
(E) fungsional.

20. Masyarakat multikultural di Indonesia memiliki keanekaragaman dalam elemen sosial budaya. Penyatuan dua budaya yang berbeda dapat mendorong terjadinya integrasi sosial. Salah satu faktor pendorongnya adalah adanya
(A) interaksi intensif.
(B) peperangan.
(C) konflik terbuka.
(D) persamaan unsur budaya.
(E) konflik budaya.

21. Furnival adalah seorang ahli dari Belanda yang membagi masyarakat majemuk ke dalam 4 ciri di bawah ini. Ciri yang tidak tepat adalah
(A) mayoritas pribumi.
(B) mayoritas dominan.
(C) minoritas dominan.
(D) terfragmentasi.
(E) seimbang.

22. Perhatikan macam-macam konflik di bawah ini!
(1) Konflik ekonomi.
(2) Konflik rasial.
(3) Konflik perbatasan.
(4) Konflik internasional.
(5) Konflik terbuka.
(6) Konflik pribadi.
Yang termasuk konflik menurut Soerjono Soekanto ditunjukkan oleh nomor
(A) (1), (2), (3) dan (4)
(B) (1), (3), (5) dan (6)
(C) (2), (3), (4) dan (5)
(D) (2), (3), (4) dan (6)
(E) (3), (4), (5), dan (6).

23. Faktor penyebab konflik menurut Soerjono Soekanto adalah hal-hal berikut ini kecuali
(A) perbedaan individu.
(B) perbedaan kepentingan.
(C) perubahan sosial
(D) perbedaan kebiasaan/budaya.
(E) perbedaan martabat

24. Tentukan jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda centang (√) pada kotak yang tersedia! Jawaban dapat lebih dari satu.
Pernyataan yang mencerminkan konfigurasi Masyarakat multicultural yang bersifat inklusif dan harmonis ditunjukan oleh

☑ Masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok etnis yang hidup berdampingan secara damai.
☐ Kelompok masyarakat minoritas mengalami diskriminasi oleh kelompok dominan.
☑ Keberagaman budaya dimaknai sebagai kekayaan bersama yang dihargai.
☐ Suku mayoritas menghapus identitas budaya suku-suku minoritas demi kesatuan nasional.
☑ Adanya kesetaraan hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial tanpa memandang perbedaan latar belakang.

25. Tentukan pernyataan berikut ini benar atau salah dengan memberikan tanda centang (√) pada kotak yang tersedia!

Pernyataan

Benar

Salah

Alasan

A. Akomodasi adalah proses penyelesaian konflik sosial yang dilakukan dengan tujuan mencapai keseimbangan sosial.


Karena akomodasi memang bertujuan mengurangi pertentangan untuk menciptakan keseimbangan sosial.

B. Koersi merupakan bentuk akomodasi yang dilakukan secara sukarela dan tanpa tekanan dari pihak manapun.


Karena koersi dilakukan dengan paksaan atau tekanan, bukan secara sukarela.

C. Mediasi dan arbitrasi merupakan bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga sebagai penengah konflik.


Karena keduanya melibatkan pihak ketiga dalam menyelesaikan konflik.

D. Firman membawa masalah sengketa tanah di keluarganya ke meja hijau termasuk ke dalam bentuk ajudikasi.


Karena ajudikasi berarti penyelesaian konflik melalui jalur hukum di pengadilan.

E. Kompromi termasuk bentuk akomodasi di mana kedua pihak yang bertikai saling mengurangi tuntutan untuk mencapai kesepakatan.


Karena kompromi dilakukan dengan saling mengalah untuk mencapai kesepakatan bersama.


Post a Comment for "TKA Pertemuan Ke - 6 KONFLIK, INTEGRASI DAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL"