Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TKA Pertemuan Ke - 7 KELOMPOK SOSIAL

Hallo, Sobat Baca
7.1 Pengertian Kelompok Sosial
Menurut Paul B. Horton, kelompok sosial adalah setiap kumpulan manusia secara fisik yang memiliki interaksi satu sama lain.

7.2 Ciri-ciri Kelompok Sosial

Menurut Robert K. Merton, kelompok sosial memiliki ciri-ciri:
1. Memiliki pola interaksi – hubungan antaranggota terjadi dengan cara tertentu yang teratur.
2. Pihak yang berinteraksi – anggota kelompok saling berhubungan dan berkomunikasi.
3. Interaksi berlangsung secara terus-menerus – hubungan antaranggota tidak bersifat sementara, melainkan berlangsung secara berkelanjutan.

7.3 Syarat Kelompok Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, himpunan manusia dapat dikatakan sebagai kelompok sosial jika memiliki beberapa ciri, yaitu:
a. Tiap individu memiliki kesadaran sebagai bagian dari kelompok – setiap anggota menyadari bahwa dirinya termasuk dalam kelompok tersebut.
b. Memiliki hubungan timbal balik antaranggota – anggota saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.
c. Memiliki kesamaan yang dapat menjadi faktor pengikat dalam kelompok – adanya kesamaan nilai, tujuan, atau karakteristik yang menyatukan anggota.
d. Memiliki struktur, kaidah, serta pola perilaku tertentu – kelompok memiliki aturan, peran, dan norma yang mengatur perilaku anggota.
e. Memiliki sistem serta terbentuk secara berproses – kelompok terbentuk dan berkembang melalui proses interaksi dan pengalaman bersama.

7.4 Tipe Kelompok Sosial
A. Kelompok Teratur
1. George Simmel
Kriteria kelompok sosial ada tiga hal, yaitu:
a. Ukuran besar kecilnya jumlah kelompok
b. Derajat interaksi yang ada di dalamnya
c. Kepentingan dan wilayah kelompok.

2. WG Sumner
a. In-group: kelompok yang menjadi “kita”.
b. Out-group: kelompok yang berbeda dari kita.

3. Cooley
a. Kelompok primer: memiliki ikatan emosional kuat, hubungan dekat.
b. Kelompok sekunder: hubungan lebih formal dan impersonal.

4. Ferdinand Tonnies
a. Gemeinschaft (paguyuban): kelompok dengan hubungan personal, tradisional.
b. Gesellschaft (patembayan): kelompok dengan hubungan formal dan impersonal (hubungan tidak pribadi atau hubungan yang formal)

5. Robert K. Merton
a. Membership group: kelompok tempat seseorang menjadi anggota.
b. Reference group: kelompok yang dijadikan acuan perilaku.

6. Soerjono Soekanto
a. Formal: memiliki aturan jelas.
b. Informal: aturan tidak tertulis, lebih fleksibel.

7. Emile Durkheim:
a. Solidaritas mekanik: terikat karena kesamaan dan tradisi.
b. Solidaritas organik: terikat karena pembagian kerja dan saling ketergantungan.

B. Kelompok Tidak Teratur
Pada dasarnya kelompok sosial tidak teratur dapat dimasukan ke dalam dua golongan besar, yaitu:
1. Kerumunan (crowd): orang berkumpul sementara.
2. Publik: orang yang memiliki perhatian atau opini sama tetapi tidak berinteraksi langsung.

7.5 Latihan Soal
1. Andi sangat menyukai sepak bola sehingga ia seringkali mengikuti gaya dan penampilan pemain sepak bola dunia, baik model rambut, gaya berpakaian, maupun warna sepatunya. Untuk kasus ini, bagi Andi pemain sepak bola merupakan
a. kelompok primer. (kelompok dengan ikatan emosional kuat dan hubungan pribadi, misal keluarga atau teman dekat)
b. kelompok sosial. (sekumpulan orang yang saling berinteraksi secara teratur)
c. kelompok sekunder. (kelompok yang bersifat formal dan impersonal, misal organisasi atau perusahaan)
d. kelompok acuan. (kelompok yang dijadikan panutan atau acuan perilaku)
e. ingroup. (kelompok yang dianggap “kita” dan memiliki solidaritas di antara anggotanya)

2. Beberapa ciri kelompok sosial:
· Ikatan emosional kuat
· Bersifat jangka Panjang
· Pola hubungan yang pamrih
· Hubungan antaranggota bersifat formal
· Kontraktual di antara sesama anggota
Kelompok sosial patembayan memiliki ciri
a. (1), (2), dan (3)
b. (3), (4), dan (5)
c. (2), (4), dan (5)
d. (1), (3), dan (4)
e. (2), (3), dan (4)

3. Bentuk paguyuban menurut Ferdinand Tonnies dapat terlihat nyata dalam kehidupan Masyarakat desa yang memiliki ciri
a. Emosional
b. Pembagian Kerja Individu Menonjol
c. Rasional
d. Solidaritas Yang Terbangun Bersifat Organis
e. Ikatan Hubungan Darah

4. Indonesia terdiri dari banyak sekali suku bangsa dengan budaya dan bahasa yang beragam. Keragaman tersebut menjadi kekayaan budaya nasional yang berakar dari budaya daerah. Terjadinya keragaman kelompok sosial tersebut lantaran:
a. Faktor struktur tanah dan iklim yang bervariasi
b. Sejarah masa kemudian dengan datangnya bangsa gila
c. Tingkat keterampilan mengolah tanah berbeda
d. Posisi Indonesia yang strategis dalam perdagangan
e. Terjadi isolasi akhir bentuk negara kepulauan

5. Di Kota Bandung dijumpai adanya kelompok sosial yang terbentuk karena kesamaan asal usul atau etnis seperti Ikatan Kekerabatan Mahasiswa Surabaya, Ikatan Mahasiswa Medan. Beberapa contoh kelompok di atas merupakan bentuk kelompok:
a. Solidaritas organic (terbentuk karena adanya pembagian kerja dan saling ketergantungan, biasanya di masyarakat kota)
b. Gemeinschaft of mind (kelompok berdasarkan kesamaan pemikiran atau ide)
c. Solidaritas mekanik (terbentuk karena kesamaan nilai, tradisi, atau ikatan emosional, biasanya di masyarakat desa)
d. Gemeinschaft of blood (kelompok berdasarkan hubungan darah atau kesamaan asal-usul/etnis, misal Ikatan Mahasiswa Medan)
e. Gesellschaft of place (kelompok berdasarkan tempat atau wilayah, bersifat formal dan impersonal)

6. Komunitas hobi di perkotaan, misalnya komunitas motor gede, sepeda, skateboard, dan mobil antik, terbentuk berdasarkan ciri:
a. Etnis (kelompok berdasarkan asal-usul atau suku)
b. Jenis kelamin (kelompok berdasarkan perbedaan gender/laki-laki atau perempuan)
c. Geografis (kelompok berdasarkan lokasi atau tempat tinggal)
d. Ekonomi (kelompok berdasarkan status atau kondisi ekonomi)
e. Sosial (kelompok berdasarkan minat, hobi, atau interaksi sosial, misal komunitas motor, skateboard, atau mobil antik)

7. Berikut ini ciri masyarakat kota dibandingkan dengan masyarakat desa: Rasional (berdasarkan logika dan tujuan jelas) VS Irasional (tidak berdasarkan logika, dipengaruhi emosi atau dorongan sesaat). Heterogen (beragam, anggota memiliki perbedaan dalam suku, budaya, atau karakter) vs Homogen (seragam, anggota memiliki kesamaan dalam suku, budaya, atau karakter), individualis VS …..
a. universalis (bersifat umum atau berlaku untuk semua orang)
b. affective neutrality (sikap netral secara emosional dalam interaksi)
c. collective (bersifat kelompok atau kolektif)
d. specificity (menekankan pada keunikan atau ciri khusus individu dalam masyarakat kota)
e. ascription (penetapan status seseorang berdasarkan faktor lahir, misal keluarga atau etnis)

8. Tindakan terorisme yang diikuti dengan pengeboman di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, mengakibatkan orang-orang di sekitar lokasi menjadi panik untuk menyelamatkan diri. Bentuk kelompok seperti itu adalah:
a. formal crowd (kerumunan yang terorganisir dengan aturan tertentu)
b. aggregation crowd (kerumunan yang berkumpul tanpa tujuan tertentu)
c. panic crowd (kerumunan yang panik dan berusaha menyelamatkan diri, misal saat teror atau bencana)
d. lawless crowd (kerumunan yang bertindak anarkis atau melawan hukum)
e. spectator (kerumunan yang hanya menjadi penonton tanpa ikut campur)

9. Sita adalah seorang siswa yang ingin menjadi pengarang terkenal. Hampir setiap hari Sita membaca, membuat buku, dan mencoba menulis untuk majalah. Setiap hari ia rajin mendengarkan bimbingan ayah dan gurunya demi mencapai cita-cita tersebut. Gambaran perilaku Sita menunjukkan bahwa:
a. kelompok pengunjung merupakan in group bagi Sita
b. kelompok pengarang merupakan reference group bagi Sita
c. ayah merupakan reference group bagi Sita
d. guru-guru sekolahnya merupakan reference group bagi Sita
e. perpustakaan merupakan in group bagi Sita

10. Publik termasuk bagian dari kelompok yang tidak teratur. Seperti beberapa tahun yang lalu banyak anggota Masyarakat di Indonesia yang mengikuti perkembangan kasus kopi Mirna 2016 yang ditayangkan di televisi. Hal yang tidak menjadi ciri public adalah
a. interaksi dilakukan secara tidak langsung
b. berada di tempat yang berbeda-beda
c. mudah terbangun emosi atau adrenalin tiap anggota
d. jumlah anggota yang tidak terbatas bahkan besar
e. tidak memiliki pusat perhatian yang tajam

11. Organisasi resmi seperti sekolah dan perusahaan dapat digolongkan sebagai kelompok sosial patembayan karena:
a. setiap anggota diikat oleh hubungan batin yang murni
b. bersifat informal
c. memiliki saling pengertian
d. keutuhan kelompok bersifat sementara
e. memiliki ideologi yang sama

12. Seorang anak dapat menjadikan OSIS sebagai kelompok keanggotaannya (membership group) seperti dikemukakan oleh:
a. Robert K. Merton
b. Emile Durkheim
c. GH. Mead
d. Pitirim Sorokin
e. C H. Cooley

13. Kelompok sosial yang dicirikan dengan interaksi yang spontan, bersifat sementara, adanya kehadiran anggota secara fisik serta adanya pemimpin tanpa sistem pembagian kerja merupakan karakteristik
a. Kerumunan
b. peer group
c. publik
d. masyarakat
e. lembaga

14. Karakteristik dari kehidupan rural area (daerah pedesaan) adalah
a. nilai personal memiliki kesakralan yang tinggi sehingga sulit diubah
b. keahlian menjadi salah satu investasi pribadi demi mencapai kesuksesan
c. kesetaraan gender, sehingga Perempuan tidak selalu identic dengan ranah domestik
d. kehidupan ekonomi yang menggerakkan pola subsisten demi menenuhi keuntungan
e. pengendalian sosial dalam masyarakat lebih mengedepankan hukuman pidana

15. Gejala-gejala sosial berikut:
· Adanya interaksi secara terus-menerus
· Mempunyai kesamaan tujuan
· Bersifat formal struktural
· Kehadirannya bersifat sementara
· Keinginan melihat suatu peristiwa
Yang termasuk syarat terbentuknya kelompok sosial kerumunan adalah:
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (1), (3), dan (5)
d. (2), (4), dan (5)
e. (3), (4), dan (5)

16. Kajian dari W.G. Sumner tentang kelompok sosial dapat digunakan untuk menjelaskan tawuran antarsiswa. Dikalangan siswa dari suatu sekolah dapat muncul in group feeling (perasaan atau sikap loyalitas, solidaritas, dan kesetiaan terhadap kelompok sendiri yang terwujud dalam rasa, kecuali:
a. etnosentrisme (sikap menilai kelompok lain berdasarkan standar kelompok sendiri)
b. pluralisme (keberagaman kelompok yang hidup berdampingan secara damai)
c. pengorbanan (tindakan menyerahkan sesuatu demi kebaikan kelompok atau orang lain)
d. kesetiaan (rasa setia dan loyal terhadap kelompok sendiri, misal in-group feeling)
e. solidaritas (persatuan dan kepedulian anggota kelompok terhadap satu sama lain)

17. Gesellschaft (masyarakat patembayan) dapat terbentuk karena di dalam kelompok tersebut terjalin keterikatan berdasarkan:
a. ikatan darah
b. ideologi
c. visi dan misi
d. tempat atau wilayah
e. kepentingan ekonomi

18. Pada masyarakat desa, anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran cenderung diasingkan atau tidak disapa. Sedangkan pada masyarakat kota, anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran mendapat sanksi yang bersifat
a. represif (sanksi atau hukuman untuk menegakkan aturan atau norma, biasanya di masyarakat kota)
b. egoistik (sanksi atau tindakan yang hanya berdasarkan kepentingan pribadi)
c. restetutif (sanksi bertujuan mengembalikan keadaan atau memperbaiki kerugian)
d. altruistik (tindakan atau sanksi demi kepentingan orang lain atau kelompok)
e. reprositas (hubungan antara dua pihak atau lebih yang bersifat saling menguntungkan, misalnya saling membantu, bertukar jasa, atau memberi balasan sesuai bantuan yang diterima. Jadi bukan sanksi atau hukuman, melainkan prinsip timbal balik dalam interaksi sosial.)

19. Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, siswa lama cenderung memperlakukan siswa baru sebagai out group, tetapi ketika berada di dalam Gedung olahraga mereka pun bersatu untuk mendukung tim sekolah kesayangannya. Perubahan hubungan sosial terjadi yang dipengaruhi oleh:
a. interaksi asosiatif dalam bentuk kompetisi antarsekolah
b. munculnya empati dalam kelompok ketika berhadapan dengan lawan
c. kontravensi yang muncul dari siswa baru yang diposisikan sebagai out group
d. perubahan dalam hubungan kelompok sosial, sehingga terbentuk gesellschaft
e. mobilitas sosial antargenerasi yang dialami siswa-siswa di sekolah

20. Vaksinasi Covid-19 di RSUD Genteng, Banyuwangi diserbu ratusan warga. Kondisi mulai tak kondusif lantaran warga berebut antrean karena khawatir tak kebagian vaksin. Ratusan warga yang tidak kondusif itu termasuk dalam
a. formal crowd (kerumunan yang terorganisir dengan aturan tertentu)
b. aggregation crowd (kerumunan yang berkumpul tanpa tujuan khusus)
c. panic crowd (kerumunan yang panik dan berusaha menyelamatkan diri, misal saat teror atau bencana)
d. lawless crowd (kerumunan yang bertindak tidak tertib dan kacau)
e. spectator (kerumunan yang hanya menonton tanpa ikut campur)

21. Masyarakat yang para anggotanya tergabung karena ikatan darah disebut sebagai masyarakat paguyuban yang bertipe:
a. kewenangan → berkaitan dengan wewenang atau jabatan, bukan karena hubungan keluarga.
b. kedaerahan → berdasarkan asal daerah, bukan hubungan darah.
c. kekerabatan → anggotanya terikat oleh hubungan darah atau garis keturunan, hubungan bersifat personal dan emosional, khas masyarakat paguyuban.
d. kesatuan → menekankan persatuan umum, bukan kekerabatan.
e. keagamaan → berdasarkan agama atau keyakinan, bukan hubungan darah.

22. Perkembangan budaya masyarakat desa cenderung lebih lambat daripada masyarakat kota. Budaya-budaya lama akan bertahan lebih lama, sedangkan masyarakat kota cenderung lebih cepat menerima kebudayaan-kebudayaan asing yang memasuki wilayahnya. Salah satu akibat yang dapat terjadi yaitu:
a. kebudayaan masyarakat kota cenderung homogeni
b. kebudayaan masyarakat kota tidak mengalami perubahan
c. kebudayaan masyarakat kota mengalami keajegan
d. kebudayaan masyarakat kota cenderung lebih kompleks dan senantiasa mengalami perubahan
e. kebudayaan masyarakat desa cenderung lebih kompleks dan senantiasa mengalami perubahan

23. Bu Amir adalah aktivis dalam kelompok pengajian di lingkungannya. Ia selalu hadir dalam setiap pengajian, dan memastikan bahwa tiap anggota kelompok mendapat manfaat. Ia pun menjaga hubungan baik antaranggota. Menurut Ferdinand Tönnies menyebutkan setidaknya ada ciri-ciri hubungan kelompok seperti di atas pada dua konsep utama Ferdinand Tönnies tentang kelompok, yaitu:
a. terorganisir dan pamrih
b. eksklusif dan pribadi
c. privat dan eksklusif
d. kontraktual dan pamrih
e. kontraktual dan pribadi

24. Tentukan jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda centang pada kotak yang tersedia! Jawaban dapat lebih dari satu.
Yang termasuk ke dalam ciri-ciri kelompok sosial Gameinschaft menurut Ferdinan Tonnies adalah
[✔] Hubungan antaranggota bersifat pribadi, akrab, dan berlangsung dalam jangka waktu lama.
Hubungan antaranggota berdasarkan kepentingan praktis dan bersifat sementara.
[✔] Ikatan sosial dibentuk karena kesamaan darah, tempat tinggal, atau persahabatan.
Kerja sama antaranggota dilakukan karena kebutuhan ekonomi dan profesional.
Ikatan sosial cenderung impersonal, rasional, dan bersifat formal.

Penjelasan:
Kelompok Gemeinschaft ditandai dengan hubungan personal, emosional, erat, dan berlangsung lama, biasanya berdasarkan ikatan darah, tempat tinggal, atau persahabatan. Hubungan bersifat alami dan intim, bukan karena kepentingan praktis atau ekonomi (ciri Gesellschaft).

25. Tentukan pernyataan berikut ini benar atau salah dengan memberikan tanda centang pada kotak yang tersedia!

No

Pernyataan

Benar

Salah

Alasan

A

Kelompok sosial teratur memiliki struktur organisasi, norma, serta tujuan yang jelas dan terencana.

Kelompok teratur memang memiliki struktur, norma, dan tujuan yang jelas dan terencana.

B

Kerumunan orang yang panik karena terjadi kebakaran termasuk contoh kelompok sosial teratur.

Kerumunan panik bersifat sementara, tidak terstruktur, sehingga termasuk kelompok tidak teratur.

C

Kelompok sosial tidak teratur dapat berubah menjadi kelompok teratur jika memiliki struktur dan tujuan yang jelas.

Jika kelompok tidak teratur membentuk struktur dan tujuan, maka bisa menjadi kelompok teratur.

D

Massa demonstran yang berkumpul dan melakukan aksi berdasarkan komando organisasi disebut kelompok sosial teratur.

Demonstran yang terorganisir sesuai komando memiliki struktur dan tujuan, sehingga kelompok teratur.

E

Kelompok sosial tidak teratur tidak memiliki potensi untuk memengaruhi masyarakat.

Kelompok sosial tidak teratur tetap bisa memengaruhi masyarakat, misal publik atau kerumunan massa.

Post a Comment for "TKA Pertemuan Ke - 7 KELOMPOK SOSIAL"